Musrenbangdes Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan menetapkan pembangunan balai dusun, gapura desa, perbaikan jalan, serta irigasi sebagai prioritas RKPDes 2027 dan usulan RKPD Kabupaten Pasuruan 2028
PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
Musrenbangdes Wonosari menetapkan sejumlah program prioritas pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk penyusunan RKPDes Tahun 2027 dan usulan RKPD Kabupaten Pasuruan Tahun 2028. Kegiatan yang berlangsung di Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/7/2026), menghasilkan beberapa usulan strategis yang akan diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Pemerintah Desa Wonosari memfokuskan usulan pada tiga bidang utama, yakni pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat, infrastruktur, serta pembangunan ekonomi. Seluruh usulan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi riil di lapangan agar pembangunan desa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Prioritas Balai Dusun dan Gapura Desa
Kepala Desa Wonosari, Damanhuri, menjelaskan bahwa pembangunan Balai Dusun Karangan menjadi prioritas utama pada bidang pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, hingga kini Dusun Karangan belum memiliki balai dusun sebagai pusat kegiatan warga.
“Ini sangat bagus,” ujar Damanhuri.
Ia menjelaskan pembangunan balai dusun direncanakan melalui dukungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dengan nilai anggaran yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Pemerintah desa juga menyatakan siap memenuhi kewajiban dengan menyediakan lahan pembangunan.
“Kebetulan di Dusun Karangan ada tanah kas desa, jadi kita tidak khawatir,” kata Damanhuri.
Ia menambahkan, arah pengembangan permukiman Desa Wonosari juga direncanakan ke wilayah selatan sehingga keberadaan balai dusun dinilai semakin penting untuk menunjang pelayanan masyarakat.
Selain balai dusun, pemerintah desa juga mengusulkan pembangunan gapura desa yang akan ditempatkan di wilayah Dusun Wonolilo. Gapura tersebut diharapkan menjadi penanda batas wilayah sekaligus identitas Desa Wonosari.
Menurut Damanhuri, selama ini masih banyak tamu maupun wisatawan dari luar daerah yang kesulitan menemukan lokasi Desa Wonosari karena belum memiliki penanda yang jelas.
“Sering kali saudara kita dari luar kota atau wisatawan tidak tahu keberadaan desa kita. Dengan adanya gapura ini, keberadaan desa menjadi lebih jelas,” ungkapnya.
Pada bidang infrastruktur, Pemerintah Desa Wonosari mengusulkan rehabilitasi ruas jalan kabupaten yang melintasi desa. Selain itu, desa juga memprioritaskan perawatan jalan paving di jalur Dusun Wonosari menuju Jati Tengah, baik ke arah barat maupun timur.
Perawatan tersebut dinilai mendesak karena kondisi paving yang dibangun sekitar tahun 2014 kini mulai rapuh dan mengalami kerusakan di sejumlah titik. Pemerintah desa berharap usulan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas.
Sementara itu, pada bidang pembangunan ekonomi, pemerintah desa mengutamakan pembangunan jaringan irigasi usaha tani tersier di Dusun Jelumbang. Program tersebut ditujukan bagi Kelompok Tani Rukun Makmur dengan rencana pembangunan sepanjang sekitar 100 meter dan lebar satu meter.
Damanhuri mengatakan pembangunan ini merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya sempat terhenti sehingga perlu diperkuat kembali, terutama pada bagian plengsengan saluran irigasi.
Selain pembangunan saluran irigasi, pemerintah desa juga mengusulkan kegiatan penyuluhan pertanian berupa bimbingan teknis bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wonosari sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam mendukung produktivitas sektor pertanian.
Damanhuri menegaskan bahwa seluruh hasil Musrenbangdes telah dirangkum menjadi tiga kelompok prioritas, yaitu bidang pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan balai dusun dan gapura desa, bidang infrastruktur melalui rehabilitasi jalan dan perawatan paving, serta bidang pembangunan ekonomi melalui penguatan jaringan irigasi dan peningkatan kapasitas kelompok tani.
“Tiga skala prioritas ini akan kita usulkan ke Pak Bupati,” pungkas Damanhuri.
Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari program pembangunan Kabupaten Pasuruan Tahun 2028 sehingga mampu memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas infrastruktur desa, sekaligus mendorong produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Desa Wonosari.(Syafii/red).
