Berita Pemerintahan

Penataan Bundaran Apolo Gempol Perlu Evaluasi dan Kolaborasi Berkelanjutan

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa menilai penataan Bundaran Apolo Gempol perlu evaluasi berkelanjutan, peningkatan penerangan, fasilitas parkir, dan kolaborasi lintas sektor.

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM

Penataan Bundaran Apolo Gempol terus menjadi perhatian berbagai pihak setelah Pemerintah Kabupaten Pasuruan memasang barikade di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya penataan lalu lintas. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa dari Fraksi Gerindra, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya warga Kecamatan Gempol.

Menurut Adinda, pemasangan barikade di sekitar Bundaran Apolo Gempol merupakan respons yang positif terhadap berbagai keluhan dan masukan masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai mampu mengakomodasi aspirasi warga sekaligus menjadi langkah awal dalam menciptakan kawasan yang lebih tertib dan aman bagi pengguna jalan.

Meski memberikan apresiasi, Adinda menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih memerlukan evaluasi secara berkala. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui dampak nyata terhadap kelancaran arus lalu lintas, mengingat masih terdapat sejumlah masukan dari masyarakat yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Adinda menilai keberhasilan penataan kawasan Bundaran Apolo Gempol tidak cukup hanya dengan pemasangan barikade. Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu melakukan pengawasan berkelanjutan untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan lalu lintas yang didukung oleh aspek keamanan. Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan penerangan jalan umum yang memadai di sekitar kawasan bundaran. Menurutnya, pencahayaan yang baik dapat meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan, termasuk tindak kriminalitas pada malam hari.

Selain itu, Adinda berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Senin (3/8/2026) di ruang kerjanya saat diwawancarai awak media, Adinda juga menyoroti keberadaan fasilitas parkir di sekitar Bundaran Apolo Gempol. Ia menjelaskan bahwa lahan parkir di sisi timur dan selatan kawasan sebenarnya sudah tersedia, namun masih membutuhkan penataan serta peningkatan fasilitas pendukung agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, pengelolaan parkir yang lebih baik akan membantu mengurangi potensi kemacetan akibat kendaraan yang berhenti atau parkir di lokasi yang tidak semestinya. Penataan fasilitas parkir juga dinilai mampu menciptakan kawasan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat maupun pelaku usaha di sekitar Bundaran Apolo Gempol.

Adinda menilai penyediaan fasilitas pendukung, seperti marka parkir yang jelas, akses keluar-masuk kendaraan, hingga penerangan yang memadai, menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas penataan kawasan.

Lebih lanjut, Adinda menegaskan bahwa keberhasilan penataan Bundaran Apolo Gempol membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dinas teknis, pelaku usaha, hingga masyarakat perlu membangun sinergi agar setiap kebijakan dapat berjalan secara efektif.

Ia berharap partisipasi aktif masyarakat terus ditingkatkan melalui penyampaian masukan maupun kepatuhan terhadap aturan lalu lintas yang telah diterapkan. Dengan demikian, proses evaluasi dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Ke depan, kolaborasi lintas institusi serta partisipasi aktif masyarakat harus terus diperkuat agar kelancaran dan efektivitas arus lalu lintas di Bundaran Apolo Gempol dapat terwujud secara optimal,” ujar Adinda.

Penataan Bundaran Apolo Gempol diharapkan tidak hanya menciptakan kelancaran lalu lintas, tetapi juga menghadirkan kawasan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Evaluasi yang berkelanjutan serta sinergi semua pihak menjadi faktor penting agar upaya penataan tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Auditor Syafi’i/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *