Berita Ekonomi dan Bisnis

Destry Damayanti Ditunjuk Prabowo Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Pasar Sambut Positif hingga Rupiah Menguat

SETAJAMPENA.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengajukan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, sebagai calon tunggal Gubernur BI. Langkah pencalonan ini turut disoroti oleh media internasional Reuters, yang menilai keputusan tersebut berhasil memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan sekaligus memicu penguatan nilai tukar rupiah.

Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi pada Senin (10/8/2026) bahwa nama Destry telah diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menjalani proses persetujuan. Selain posisi calon gubernur, Presiden juga menyerahkan sejumlah nama calon anggota Dewan Gubernur BI lainnya, termasuk untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior.

Langkah penunjukan ini dilakukan menyusul pengunduran diri mendadak yang diajukan oleh Gubernur BI sebelumnya, Perry Warjiyo, pada akhir bulan lalu karena alasan pribadi. Sejak kursi kepemimpinan tersebut kosong, Destry yang telah mengemban tugas sebagai Deputi Gubernur Senior sejak 2019 bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI. Apabila memperoleh persetujuan dari parlemen, wanita berusia 62 tahun ini dipastikan mencatatkan sejarah baru sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi Gubernur Bank Indonesia secara permanen.

Respons Positif Pasar dan Analisis Ekonom

Kabar pencalonan Destry langsung direspons optimis oleh para pelaku pasar di tengah kekhawatiran sebelumnya terkait transisi kepemimpinan, isu kelonggaran fiskal, independensi bank sentral, hingga dampak konflik global.

Ekonom DBS, Radhika Rao, menilai bahwa figur Destry akan diterima dengan sangat baik oleh pasar domestik maupun internasional berkat rekam jejak dan pengalaman panjang yang dimilikinya.

“Pencalonan Destry kemungkinan besar akan diterima dengan baik oleh pasar, mengingat pengalamannya yang luas di bank sentral maupun pasar keuangan domestik,” ujar Rao.

Rao juga menambahkan bahwa kepemimpinan Destry diprediksi mampu menjaga stabilitas serta kesinambungan arah kebijakan moneter ke depannya.

“Ia secara eksplisit menekankan perlunya menstabilkan mata uang dan diperkirakan akan mencerminkan keberlanjutan kebijakan,” kata Rao.

Di parlemen, proses uji kelayakan dan kepatutan diperkirakan akan berjalan lancar mengingat DPR didominasi oleh koalisi besar pendukung pemerintah. net

 

Redaktur: Audi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *