Foto : Pantauan udara penyeberangan Ketapang Banyuwangi. SP/Istimewa
SETAJAMPENA.Com,Banyuwangi. Kini ada penumpukan kendaraan yang mengular hingga 17 kilometer di sisi Ketapang. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengurai kemacetan parah di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
ASDP mengoperasikan total 26 kapal secara masif sekaligus merombak pola bongkar muat di dermaga secara dinamis. Langkah ekstrem ini diambil menyusul akumulasi antrean kendaraan mayoritas armada logistik selama tiga hari terakhir akibat gangguan operasional sebelumnya dan tingginya volume muatan over dimension/overload (ODOL).
Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Gerey Heru Widodo menegaskan, percepatan siklus pelayanan menjadi kunci utama agar arus mobilitas Jawa-Bali kembali lancar tanpa mengabaikan faktor keselamatan pelayaran. ASDP memaksimalkan pembagian dermaga agar proses sandar, bongkar, hingga keberangkatan kapal berlangsung presisi.
“Seluruh sumber daya yang tersedia terus kami optimalkan untuk mempercepat pemulihan layanan. Pengaturan kapal, dermaga, dan distribusi muatan dilakukan secara dinamis sesuai kapasitas dan karakteristik masing-masing kapal serta kondisi operasional di lapangan. Fokus kami adalah mempercepat penguraian antrean secara aman dan ter-ukur,” tegas Heru Widodo, Selasa (29/9/2026).
Untuk memangkas waktu tunggu (durasi turnaround time), ASDP membagi operasional 26 armada ke beberapa titik dermaga vital di Ketapang dan Gilimanuk.
Dermaga I Reguler sebanyak 5 kapal, Dermaga MB III Reguler 5 kapal, Dermaga IV: 4 kapal, Dermaga LCM: 8 kapal dan Dermaga Perbantuan (LCM & MB IV Tanjung Balai Gili-manuk): 4 kapal perbantuan Pola operasi ini dipadukan dengan percepatan proses bongkar muat di setiap dermaga. Petugas gabungan dari ASDP, Kepolisian, dan regulator memperketat penyaringan muatan sejak area penampungan antrean (buffer zone) hingga rampdoor kapal.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengungkapkan bahwa karakteristik kendaraan logistik yang beragam membu-tuhkan penataan ruang muat kapal (stowage plan) yang sangat terukur. bw.
Editor : Hikmah/red.
