Dukungan terhadap Gus HAM sebagai cawagub Jawa Timur menguat dari tokoh komunitas, ulama, dan penggerak UMKM kawasan Tapal Kuda.
JEMBER, SETAJAMPENA.COM
— Dukungan Gus HAM untuk maju sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Timur mulai menguat setelah sejumlah tokoh komunitas, organisasi masyarakat, ulama, dan penggerak UMKM di kawasan Tapal Kuda menyatakan kesiapan memberikan dukungan.
Tokoh yang dimaksud ialah H. Hamzah Pujiono, S.Ag., SM., yang akrab disapa Gus HAM.
Ia menyampaikan kesiapannya mengikuti proses menuju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, meski keputusan final mengenai pencalonannya masih dalam tahap persiapan bersama tim.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus HAM saat bertemu sejumlah insan pers di Desa Curah Malang, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Minggu (9/8/2026). Dalam pertemuan itu, Gus HAM menyebut telah melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh dan memperoleh dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Dukungan dari Kawasan Tapal Kuda
Gus HAM menyebut dukungan tersebut datang dari sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai kawasan Tapal Kuda Jawa Timur. Wilayah itu meliputi Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.
“Insya Allah saya siap maju sebagai cawagub di Jawa Timur nanti,” ujar Gus HAM.
Meski menyatakan kesiapan, Gus HAM belum mengungkapkan partai politik yang akan menjadi kendaraan pencalonannya. Ia mengatakan timnya masih mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum menentukan langkah politik berikutnya.
“Sudah delapan parpol (partai politik) yang sudah merapat ke saya,” kata Gus HAM, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kabupaten Pasuruan.
Pernyataan mengenai delapan partai politik tersebut masih berdasarkan keterangan Gus HAM. Ia belum merinci nama partai maupun bentuk dukungan resmi yang telah diberikan.
Dukungan juga disampaikan Joko Supratikno, tokoh masyarakat asal Jember. Joko menyatakan kesiapan bersama sejumlah perwakilan tokoh Tapal Kuda untuk mendukung Gus HAM apabila nantinya maju dalam kontestasi politik Jawa Timur.
Menurut Joko, Jawa Timur memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi yang besar. Namun, ia menilai pemerintah masih perlu memperkuat pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sejumlah wilayah.
Ia berharap pemimpin Jawa Timur ke depan memiliki pemahaman terhadap kondisi masyarakat secara langsung. Menurutnya, seorang pemimpin juga harus memiliki energi dan kemampuan untuk merespons persoalan masyarakat di lapangan.
“Jawa Timur perlu sosok pemimpin (cagub/cawagub) menguasai lapangan, enerjik tidak letoy,” ujar Joko, yang juga disebut sebagai Ketua Tim Kerja Formades DPC Kabupaten Jember.
Sementara itu, Agus Saptono, S.Pd., MPd., Sekretaris GWIRA Jawa Timur, menyoroti persoalan pemerataan pembangunan di kawasan Tapal Kuda.
Agus menilai pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap infrastruktur, termasuk kondisi jalan dan penerangan jalan. Menurut dia, kualitas infrastruktur berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, serta perkembangan sektor pariwisata.
Ia mengatakan penerangan jalan di sejumlah kawasan dapat membantu mobilitas warga sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan. Infrastruktur yang memadai, menurut Agus, juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi pertumbuhan UMKM dan aktivitas ekonomi lokal.
“Rakyat di Tapal Kuda membutuhkan sosok yang bisa memperjuangkan nasib mereka,” ujarnya.
Agus juga menyebut dukungan terhadap Gus HAM mulai muncul dari sejumlah kelompok masyarakat di berbagai daerah Jawa Timur. Ia mengklaim jaringan pendukung telah terbentuk di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Menurut Agus, kelompok pendukung tersebut menyatakan kesiapan untuk terlibat sebagai tim maupun relawan apabila proses pencalonan Gus HAM berlanjut.
Namun, perkembangan tersebut masih merupakan bagian dari dinamika politik dan belum dapat disamakan dengan pencalonan resmi.
Gus HAM sendiri belum menyampaikan secara terbuka partai politik yang akan mengusungnya. Keputusan mengenai pencalonan tetap bergantung pada komunikasi politik, keputusan partai, serta mekanisme resmi pencalonan kepala daerah yang berlaku.
Di sisi lain, munculnya dukungan dari komunitas dan penggerak UMKM menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap figur yang dinilai mampu membawa isu ekonomi kerakyatan dan pemerataan pembangunan ke tingkat provinsi.
Gagasan Jadi Penentu Kontestasi
Dinamika pencalonan Pilgub Jawa Timur tidak hanya akan ditentukan oleh kekuatan jaringan politik dan dukungan relawan.
Masyarakat juga akan melihat gagasan, rekam jejak, serta program yang ditawarkan masing-masing kandidat.
Persoalan pemerataan pembangunan, infrastruktur, penguatan UMKM, pariwisata, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi sejumlah isu yang berpotensi mendapat perhatian dalam kontestasi politik Jawa Timur.
Jika proses pencalonan Gus HAM berlanjut, dukungan dari kawasan Tapal Kuda dan jaringan di berbagai daerah akan menjadi bagian dari dinamika politik yang perlu terus dicermati. Pada akhirnya, masyarakat Jawa Timur akan menentukan pilihan berdasarkan proses demokrasi dan mekanisme pemilihan yang berlaku.
Editor Syafi’i/red
