Berita Politik

Demokrat Gulirkan Pernyataan, Kekuasaan bukan Milik Seseorang, Diamini PDIP

SETAJAMPENA.Com, Jakarta.                Urusan kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, digulirkan Demokrat dan diamini PDIP. Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbicara bahwa kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira setuju dengan pernyataan AHY…”Apa yang dijelaskan Pak AHY, ya memang prinsip-prinsip dasar dalam negara demokrasi seperti itu, bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat, bukan di tangan seseorang, kalau kekuasaan milik seseorang itu prinsip kekuasaan absolutisme,” kata Andreas saat dihubungi, Senin (7/9/2026).

Andreas mengatakan absolutisme pernah diterapkan oleh Raja Prancis Louis XIV, Raja Perancis pada 1643-1715. Saat itu, kata dia, Louis menegaskan negara adalah dirinya.
“Itu menjadi pemicu lahirnya perlawanan kaum borjuis yang kemudian terjadi Revolusi Perancis (1789-1799) pada massa pemerintahan Louis XVI,” ucap dia.

AHY mengungkap pengalaman Partai Demokrat dalam kancah politik yang sempat mengalami kemenangan dan kekalahan. Baginya, hal itu menjadi pelajaran nyata bahwa Partai Demokrat konsisten Kekuasaan Berada Ditangan Rakyat, Bukan Seseorang mengedepankan nilai-nilai demokrasi.

“Partai Demokrat pernah memimpin pemerintahan dan pernah berada di luar pemerintahan. Kita pernah menang dan pernah kalah. Pengalaman itu mengajarkan bahwa demokrasi harus kita jaga dalam keadaan apa pun. Hakikatnya, pemilu adalah milik rakyat. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih,” ucap AHY saat memberi sambutan pada peringatan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).

Kemudian dia menerangkan, selama periode Partai Demokrat memegang kekuasaan, yakni pada saat 10 tahun Susilo Bambang Yudhoyono (AHY) menjadi presiden, semua berjalan dengan damai dan demokrasi terjaga. Dia pun mengingat bahwa kekuasaan bukan untuk selamanya, melainkan ada batasnya, harus dijaga. sehingga ruang demokrasi tetap terjaga.

Belajar dari 10 tahun pemerintah “Kita patut belajar, kita patut tahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” jelas AHY. (Net).

Editor : Hikmah/red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *