Berita Warna Warni

Semarak HUT RI ke-81: Desa Dukuhsari Jabon Sidoarjo Sukses Gelar Lomba Voli dan Turnamen Catur

SETAJAMPENA.com, Sidoarjo —          Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada tahun 2026 dirasakan begitu hidup di berbagai penjuru daerah. Salah satunya tampak jelas di Desa Dukuhsari, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Berkat inisiatif dan kerja keras para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Dukuhsari, perhelatan berupa lomba Bola Voli dan Turnamen Catur antar RT sukses digelar dan menyedot perhatian warga. Agenda Lomba Volly dan Catur dimulai 26 Juli – 15 Agustus 2026.

Rangkaian semarak kemerdekaan ini dibuka dengan kompetisi olahraga yang mengandalkan kekompakan dan stamina, yakni Bola Voli antar RT Se-Desa Dukuhsari. Pertandingan bola Volly dilapangan Karang Pakis yang berlangsung sengit selama beberapa hari tersebut akhirnya rampung dengan melahirkan tim-tim tangguh sebagai pemenang. Berdasarkan rekapitulasi akhir pertandingan voli, predikat Juara Pertama diraih oleh perwakilan RT 016 disusul oleh RT 005 sebagai Juara Kedua, serta RT 003 yang sukses mengamankan posisi Juara Ketiga, serta RT 017 sebagai juara harapan 1.

Turnamen Catur Rakyat: Adu Strategi dan Ketajaman Berpikir

Tidak berhenti pada kemeriahan lapangan voli, denyut nadi semangat 17 Agustus di Desa Dukuhsari berlanjut ke Balai Desa melalui perhelatan yang menguji konsentrasi tinggi, yaitu Lomba Catur antar RT. Turnamen rakyat ini dimulai melalui babak penyisihan sengit sejak tanggal (10/8/2026).

Seiring berjalannya waktu, atmosfer persaingan semakin memanas. Menjelang malam-malam penentuan menuju babak final yang dijadwalkan pada (15/8/2026), Balai Desa Dukuhsari mendadak berubah menjadi pusat perhatian warga. Puluhan pasang mata dari berbagai kalangan usia, khususnya kaum bapak-bapak dan pemuda, berbondong-bondong datang demi menyaksikan jagoan RT mereka beradu taktik di atas papan catur.

Menurut keterangan dari ketua panitia pelaksana lomba catur saudara Maghfur mewakili ketua kordinator Karang Taruna saudara Erik, turnamen ini dirancang dengan format dan aturan yang profesional namun tetap menjunjung tinggi sportivitas khas warga desa Dukuhsari.

“Waktu berpikir yang kami alokasikan adalah sekitar 10 sampai 15 menit per pemain, dengan atau tanpa increment singkat. Kami menerapkan sistem gugur, di mana peserta yang kalah langsung tersingkir dari kompetisi,” jelas ketua panitia.

Aturan Ketat dan Ketertiban Arena Pertandingan

Demi menjaga kualitas dan fair play turnamen, panitia memberlakukan regulasi yang cukup ketat. Peraturan pegang buah catur mengacu sepenuhnya pada prinsip “pegang jalan” (bila sudah dipegang wajib dijalankan), diselaraskan dengan standar aturan turnamen catur cepat pada umumnya.

Segala fasilitas penunjang juga dipersiapkan secara matang oleh panitia, mulai dari papan catur standar, jam catur fisik, hingga pemanfaatan aplikasi pengatur waktu digital di telepon seluler. Selain itu, transparansi jadwal juga dijaga ketat; papan bagan pertandingan tampak terpasang rapi di dinding strategis balai desa sehingga setiap peserta dapat memantau jadwal tanding mereka dengan mudah tanpa kebingungan.

Suasana pertandingan terpantau sangat kondusif meski dipadati penonton. Guna mencegah hal-hal yang dapat merusak konsentrasi peserta, panitia sigap memberikan batas aman berupa garis pembatas dari tali rafia yang melingkari arena tanding catur. Pembatas ini efektif menjaga jarak antara pemain dan penonton, serta memastikan tidak ada penonton yang mencoba membisiki atau memberikan trik kepada pemain andalan dari RT masing-masing.

Dominasi Sang Juara Bertahan Menuju Babak Delapan Besar

Persaingan ketat di papan catur tahun ini rupanya kembali diwarnai oleh wajah-wajah familiar yang sudah tidak asing lagi di kancah percaturan lokal Desa Dukuhsari. Berdasarkan hasil babak penyisihan hingga fase krusial, peta kekuatan delapan besar mulai dikuasai oleh para maestro catur desa Dukuhsari.

Dua nama terdepan yang paling diunggulkan dan selalu mendominasi jalannya turnamen adalah Mukhlis, sang juara bertahan asal RT 08, serta Suwadi—atau yang akrab disapa dengan panggilan tenar “Playing”—dari RT 09. Kehadiran kedua tokoh catur lokal ini di babak delapan besar diprediksi bakal menyajikan tontonan partai puncak yang sangat menegangkan dan penuh strategi brilian di Balai Desa Dukuhsari.

Sementara Kepala desa Dukuhsari Ikhwan Widodo S.E dihubungi lewat Whattsap mengatakan untuk hadiah lomba Volly maupun lomba Catur akan ditentukan setelah Lomba Catur selesai, ungkapnya. Salah seorang tokoh masyarakat sekaligus staff Kasi Kesra desa Dukuhsari Abdul Kholil, yang selalu hadir memberi support positif serta mengawal jalannya lomba Catur dikala para pemain sedang bertanding sampai selesai bertanding.
(hik)

Redaktur: Audi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *