Rehabilitasi Talang Selang Bulusari mulai berjalan setelah rusak akibat banjir sekitar dua tahun. Infrastruktur ini diharapkan memulihkan irigasi dan aktivitas pertanian warga.
PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
— Rehabilitasi Talang Selang di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mulai berjalan dan mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Desa Bulusari. Kepala Desa Bulusari, Hj. Siti Nurhayati, meninjau lokasi pekerjaan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan sejumlah petani pada Sabtu (15/8/2026).

Rehabilitasi ini menjadi kabar baik bagi petani di Dusun Sumberpandan, Blimbing, dan Jatipentongan. Kerusakan talang akibat terjangan banjir sekitar dua tahun lalu memutus aliran air irigasi sehingga aktivitas pertanian warga terdampak dalam waktu cukup lama.
CV Almana selaku penyedia jasa konstruksi melaksanakan pekerjaan rehabilitasi bangunan atau talang di Jalan Selang. Perusahaan sebelumnya telah menyampaikan surat pemberitahuan mulai kerja kepada Pemerintah Desa Bulusari.
Proyek Didukung Anggaran Cukai 2026
Berdasarkan surat yang diterbitkan di Pasuruan pada 30 Juli 2026, pekerjaan tersebut mengacu pada Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 00.3.2/007.KPA.013/PAJAK ROKOK/103/2026 tertanggal 24 Juli 2026.
CV Almana menyatakan pekerjaan fisik mulai berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026. Dalam pelaksanaan di lapangan, perusahaan menugaskan Hamdan Purwadinata sebagai petugas pelaksana.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengalokasikan anggaran sebesar Rp284.668.757 dari dana cukai tahun 2026 untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut. Realisasi pekerjaan ini berlangsung setelah proses pengusulan sebelumnya sempat mengalami penundaan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala Desa Bulusari, Hj. Siti Nurhayati, menyambut baik dimulainya rehabilitasi. Menurutnya, pembangunan kembali talang menjadi kebutuhan penting karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan kegiatan pertanian masyarakat.
“Pembangunan talang ini sangat kami harapkan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan para petani. Setelah saluran kembali berfungsi, kami berharap kegiatan pertanian masyarakat dapat berjalan normal,” ujar Nurhayati.
Usulan Desa Sempat Tertunda
Nurhayati menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Bulusari sebelumnya telah mengusulkan pembangunan saluran irigasi tersebut. Namun, rencana itu belum terealisasi pada tahun sebelumnya karena kebijakan efisiensi anggaran.
Ia menyebut pengawalan aspirasi masyarakat oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, turut mendorong agar kebutuhan pembangunan tersebut kembali memperoleh perhatian hingga akhirnya terealisasi pada 2026.
Kerusakan talang selama ini menjadi persoalan serius bagi petani. Terputusnya aliran air membuat pasokan irigasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut berdampak terhadap belasan hektare lahan pertanian warga yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penanaman padi maupun palawija.
Pemerintah Desa Bulusari berharap rehabilitasi Talang Selang dapat selesai sesuai rencana dengan kualitas konstruksi yang baik. Setelah saluran kembali berfungsi, petani di tiga dusun terdampak diharapkan memperoleh pasokan air untuk mengolah lahan pertanian mereka.
Nurhayati juga mengajak masyarakat dan petani ikut mengawasi proses pengerjaan fisik. Pengawasan, menurutnya, perlu dilakukan sejak pekerjaan galian, pemasangan konstruksi, hingga proses pencampuran material mortar.
Langkah tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan memenuhi standar teknis dan menghasilkan bangunan yang kuat serta tahan lama. Pemerintah desa juga berharap kerusakan serupa tidak kembali terjadi dalam waktu singkat.
Melalui surat pemberitahuan mulai kerja, CV Almana turut meminta bimbingan dan petunjuk dari pemerintah setempat selama proses pengerjaan berlangsung. Surat tersebut ditandatangani Direktur CV Almana, Bunga Nevisantya, serta ditembuskan kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, PPK, PPTK, pengawas konsultan, serta Pemerintah Desa Bulusari.
Rehabilitasi Talang Selang tidak hanya menyangkut pembangunan fisik. Bagi masyarakat Bulusari, berfungsinya kembali saluran tersebut berkaitan erat dengan pemulihan aktivitas pertanian yang selama sekitar dua tahun mengalami gangguan.
Jika pengerjaan berjalan sesuai rencana dan kualitas konstruksi terjaga, Talang Selang diharapkan kembali menjadi penopang produktivitas sawah sekaligus membantu memperkuat aktivitas ekonomi petani di tiga dusun terdampak.
Editor Syafi’i/red.
