Berita Warna Warni

Ratusan Jamaah Padati Masjid Baiturrohim Dusun Kluwe Dukuhsari Batal Ikuti Ceramah Maulid Nabi dan Haul Akbar

Foto : Kades Dukuhsari Ikhwan Widodo S.E, ketua panitia Khusnul Huda, dua tokoh masyarakat Jabon Haji Syukur Ngingas Balongtani dan Haji Syukur Trompo Asri. SP/GAJAH

SETAJAMPENA.com, Sidoarjo – Kegiatan keagamaan skala besar kembali diselenggarakan di wilayah desa Dukuhsari, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, ratusan jamaah yang hadir tumpah ruah memadati halaman Masjid Baiturrohim dusun Kluwe Rt 14 Dukuhsari. Acara bertajuk Haul dan Hormat Maulidurrasul SAW serta Sholawat tersebut dipusatkan di Kompleks Masjid Baiturrohim, Dusun Kluwe RT 14, Desa Dukuhsari, Kecamatan Jabon, pelaksanaan kegiatan ini dilangsungkan pada hari Jumat (4/9/2026) malam.

Kedatangan para jamaah terus memadati area sekitar lokasi acara. Kehadiran jamaah tidak hanya berasal dari warga lokal Dusun Kluwe Dukuhsari Kecamatan Jabon saja, melainkan juga dari beberapa desa tetangga di Kecamatan Jabon Sidoarjo. Panitia penyelenggara mencatat bahwa kapasitas halaman masjid dan jalan yang ditutup sementara dipadati oleh jamaah yang ingin menghadiri rangkaian acara keagamaan secara khidmat.

Agenda utama dari kegiatan malam ini meliputi pembacaan sholawat nabi, serta rangkaian haul massal. Adapun objek haul yang diperingati pada malam hari ini meliputi Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Sulthonul Auliya’ Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani, Mbah Wali, masayikh atau para guru mursyid, KH. Khusnan Salim, serta haul keluarga besar Dusun Kluwe serta warga Kecamatan Jabon secara umum.

Untuk menambah kekhidmatan suasana maulid, panitia menghadirkan grup Hadroh Pessaggrahan dari Tanggulangin Sidoarjo guna memimpin lantunan sholawat nabi. Suara tabuhan rebana dan gema puji-pujian pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW berkumandang secara bergantian sepanjang acara berlangsung. Para jemaah yang hadir tampak kompak mengikuti jalannya pembacaan sholawat dengan mengenakan busana muslim bernuansa agamis.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala desa Dukuhsari Ikhwan Widodo, S.E, Para ulama desa Dukuhsari, ketua panitia Khusnul Huda, dua tokoh masyarakat Jabon Haji Syukur Ngingas Balongtani dan Haji Syukur Trompo Asri, para Sesepuh desa Dukuhsari serta ratusan Jamaah yang memadati halaman masjid Baiturrohim Kluwe.

Kepala desa Dukuhsari Ikhwan Widodo, S.E atas nama panitia menghaturkan banyak terima kasih atas kehadiran para undangan dan minta maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara pengajian umum,Haul, Hormat Mauliddirrosul SAW dan Sholawat, penutup sambutannya Kades Dukuhsari melantunkan Sholawat yang diikuti seluruh undangan yang hadir.

Setelah lantunan Sholawat, dilanjutkan dengan pembacaan ayat ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ashabul Yamin dengan suara yang cukup merdu, pertanda puncak acara Ceramah dan mahalul qiyam atau pengajian umum yang disampaikan oleh ulama terkemuka asal Kediri, yaitu KH. Abdurrahman Al Kautsar dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Kehadiran pengasuh pesantren kenamaan tersebut menjadi magnet utama yang menarik ratusan jamaah untuk datang mendengarkan tausiah secara langsung di Masjid Baiturrohim.

Pengunjung bubar sendiri sendiri karena penceramah tidak hadir sampai larut malam (pukul 23.30 wib). 

Sampai berita ini diturunkan pukul 23.30 Wib KH. Abdurrahman Al Kautsar belum juga hadir untuk  menyampaikan Ceramahnya, banyak jamaah yang pulang meninggalkan tempat karena sudah terlalu malam.

Selain menghadirkan penceramah dari Kediri, acara ini juga menghadirkan KH. Fahim Ruyyani di jajaran tamu undangan maupun tokoh yang terlibat dalam poster kegiatan resmi. Kehadiran para tokoh agama ini sebenarnya memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir di lokasi, namun sampai larut malam kedua tokoh panutan tersebut belum juga hadir, sehingga para pengunjung sangat kecewa dengan meninggalkan acara yang sudah dirancang oleh panitia secara matang dan sungguh sungguh.

Penyelenggaraan Haul dan Maulid Nabi yaitu Takmir Masjid Baiturrohim Kluwe yang rutin mengagendakan acara pengajian umum sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta sarana untuk mendoakan para leluhur dan ulama pendahulu, agenda yang sudah dirancang jauh hari, ternyata gagal total dengan ketidak hadiran kedua Kyai panutan tersebut. Sebenarnya kegiatan keagamaan semacam ini dinilai memiliki dampak positif yang kuat dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat kebersamaan umat Islam di wilayah Dukuhsari dan sekitarnya, namun para pengunjung dengan kecewa berat meninggalkan tempat pengajian yang sudah dipersiapkan dengan matang dan rapi oleh panitia. Panitia mohon maaf karena semua diluar perkiraan dan prediksi panitia.

Sebaik baiknya rencana dan persiapan ternyata ada hal diluar dugaan dan kemampuan panitia, tidak pernah terbayangkan persiapan jauh hari, dengan pengunjung yang tumpah ruah batal tengah malam karena ketidak hadiran kedua penceramah dari Ploso Kediri tersebut, sekali lagi panitia minta maaf.

Semua diluar perkiraan panitia, semoga peristiwa semacam ini menjadi pelajaran bagi panitia dikemudian hari, panitia sudah persiapkan secara matang jauh hari, sosialisasi lewat banner dengan biaya maupun tenaga sudah dikerjajan dengan baik. (yat/Gjh).

Editor : Hiki/Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *