Berita Warna Warni

Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Sekaligus Santuni Anak Yatim.

Foto : KH.Abdul Rochim Madzkuri sedang memberikan tauziyahnya, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid An-Nur Dukuhsari. SP/HIKMAH

SETAJAMPENA.Com, Sidoarjo. Masjid An-Nur RT 10 RW 02, Desa Dukuhsari, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, menggelar acara rutin tahunan, pengajian umum dan santunan anak yatim, kegiatan akbar ini diselenggarakan pada hari Sabtu (5/9′ 2026) malam.

Panggung utama sebagai pusat acara berdiri megah sebelah selatan masjid An-Nur menambah suasana semakin meriah, panitia kompak saling bahu membahu, yang lekaki menggunakan seragam busana biru maron, dengan tujuan tetap dalam semangat kebersamaan tanpa sekat, pangkat, status sosial dan jabatan untuk mensukseskan agenda peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Suasana malam penuh khidmat dalam menjemput pahala dan Ridho Allah SWT pada acara keagamaan, dipadati ratusan warga setempat yang antusias memenuhi area diluar masjid An-Nur Dukuhsari bagi para ibu dan didalam Masjid bagi kaum adam, keamanan area pengajian dijaga Banser NU Jabon.

Foto : Kades Dukuhsari Ikhwan Widodo S.E sedang memberikan sambutan. Dokumentasi SP/Fitria

Pengisi acara hiburan group Al Banjari Nur-Rohman Masjid An-Nur Dukuhsari pimpinan Ustad Mistari/ Ustadz Mahfur. Acara pembuka lantunan ayat ayat suci Al-Qur’an disampaikan Ustadz Mahfur dari Albanjari Nur-Rohman Masjid An-Nur Dukuhsari.

Ketua Takmir Masjid An-Nur Dukuhsari Muh.Mutaali S.Hut hadir mendampingi Kepala desa Dukuhsari Ikhwan Widodo,S.E, para ulama, Tokoh agama, seluruh undangan yang hadir memadati acara pengajian.

Sambutan dari ketua panitia Budi Ssntoso, ketua mengucapkan terima kasih atas kehadiran para undangan yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhamnad SAW 1448 H/2026 M, Apresiasi yang sebesarnya kepada para donatur yang mensuport acara Pengajian tahun 2026, terutama para donatur yang memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa/ janda secara pribadi, semoga ibadahnya dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Kepala desa Dukuhsari Ikhwan Widodo S.E menghaturkan ucapan terima kasih kepada panitia yang sukses menyelenggarakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sukses untuk semuanya, semoga dengan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW kita semua mendapatksn syafaatnya, Aamiin YRA, ungkap Ikhwan Widodo.

Tradisi rebutan gantungan jajan dan maknanya.

Tradisi gantungan jajan atau yang sering disebut gantung jajan / rebutan gantungan memang kerap mewarnai perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai daerah di Indonesia,
Tidak terkecuali di Masjid An-Nur Dukuhsari RT 10 RW 02, panitia telah menyediakan gantung jajan yang akan diperebutkan para jamaah.

Hal menarik seputar tradisi unik ini adalah Ciri khas tradisi gantungan berbagai macam makanan ringan (snack), yang digantungkan pada seutas tali, yang bisa dilihat oleh seluruh jamaah pengajian.

Momen Rebutan Setelah rangkaian acara inti saat pembacaan salawat (Syaroful Anam atau Mahalul Qiyam), seluruh jamaah yang hadir terutama anak-anak maupun orang dewasa, akan bersama-sama berebut jajanan yang digantung dengan harapan untuk mendapatkan “berkah” Nya Maulid Nabi Muhammad SAW.

Makna dari kebersamaan Tradisi ini tidak hanya sekadar ajang bersenang-senang atau berebut makanan, tetapi juga menjadi simbol berbagi rezeki, kegembiraan dalam merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta mempererat kebersamaan antarwarga yang hadir.

Pengunjung memadati area Masjid.

Ratusan pengunjung acara pengajian umum memadati depan Masjid An-Nur Dukuhsari kidul menyimak
Serangkaian acara yang diawali secara khusyuk membacakan lantunan shalawat bersama. Panitia Takmir Masjid An-Nur Dukuhsari sebagai pelaksana, menyisipkan agenda santunan bagi anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial guna menebar kebahagiaan di tengah masyarakat.

Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Acara pembacaan santunan anak yatim dan kaum dhuafa/janda dipandu saudara Marjoko (ketua BPD Dukuhsari). Panitia Masjid An-Nur Dukuhsari gelar kegiatan santunan anak yatim dan kaum dhuafa/janda dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, merupakan tradisi mulia yang sangat dianjurkan sebagai bentuk wujud nyata kecintaan kepada Nabi dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Keutamaan dan maknanya adalah
Meneladani akhlak Nabi Rasulullah SAW yang sangat mencintai dan menyayangi anak yatim, memberikan santunan di hari lahir beliau adalah cara meneladani kasih sayang beliau.

Memuliakan Anak Yatim dalam Islam menempatkan kemuliaan yang tinggi bagi orang yang merawat dan menyantuni anak yatim, di mana kedudukannya kelak di surga sangat dekat dengan Rasulullah SAW,
momentum berbagi dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sering kali dijadikan sarana mempererat kebersamaan warga dan menyebarkan keberkahan melalui sedekah.

Sebanyak 17 Anak yatim dari wilayah sekitar RT 09, RT 10 dan Warga Panggreh seputaran Masjid An-Nur, Alhamdulillah mereka tersenyum sumringah menerima santunan yang diberikan panitia, tidak ketinggalan para donatur juga memberikan sumbangan kepada anak yatim, kaum dhuafa/para janda di RT 10 sejumlah 21 orang dan dhuafa/janda RT 09 sejumlah 18 orang.

Acara Puncak Tauziyah/Ceramah

Panitia menghadirkan penceramah utama dalam acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, yaitu KH.Abdul Rochim Madzkuri. Kehadiran beliau menjadi magnik positif yang disambut hangat oleh seluruh jamaah Masjid An-Nur Dukuhsari dan sekitarnya yang telah bersiap mendengarkan inti tausiah agama.

Dalam ceramahnya, KH. Abdul Rochim Madzkuri menyampaikan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan belaka.Tidak ada yg paling nelongso dihari kiamat kecuali orang yang masih dikasih kesempatan hidup didunia tapi tidak mau ikut pengajian. Perubahan ikut pengajian adalah punya nilai pahala, ungkapnya.

Maulid Nabi Muhammad SAW setahun sekali, ikut memperingati kelahiran Nabi, niat cinta kepada kanjeng Nabi dengan membaca Sholawat. Orang yang senang membaca Sholawat sebanyak mungkin akan mendapatkan keadaan sedang sakaratul maut akan tampak wajah yang ceria penuh kesejukkan (aura islami).

Foto : Selesai bersih bersih sampah tempat pengajian, panitia makan bersama, ketua RT 10 Nyoto Susilo lagi bersantap dengan lahapnya. SP/HIKMAH

Lebih lanjut, penceramah tersebut mengajak para jamaah untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Peningkatan kualitas iman, takwa, dan amal sholeh juga menjadi poin penting yang disampaikannya, budayakan membaca Sholawat sebagai cinta kita pada Nabi Muhammad SAW, Sholat berjamaah dan jauhi sifat iri dengki, pungkasnya. Acara ditutup dengan Do’a yang disampaikan KH. Abdul Rochim Madzkuri. (Hik).

Editor : Audi/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *