Turnamen Sepak Bola Mini SD se-Kecamatan Gempol berakhir. SDN Kejapanan 1 menjadi juara pertama dari 36 tim peserta.
PASURUAN,SETAJAMPENA.COM
Turnamen Sepak Bola Mini tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mendapatkan apresiasi ketua DPRD kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, dan hari ini Sabtu (5/9/2026) resmi berakhir. SDN Kejapanan 1 keluar sebagai juara pertama setelah melalui rangkaian pertandingan yang mempertemukan 36 tim sekolah dasar di wilayah Kecamatan Gempol.
Kompetisi yang berlangsung di Lapangan Desa Bulusari sejak 2 September 2026 tersebut menghadirkan persaingan antarsekolah sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan di bidang sepak bola. Panitia menutup turnamen setelah pertandingan final mempertemukan tim-tim terbaik sepanjang kompetisi.
SDN Kejapanan 1 berhak membawa pulang hadiah pembinaan sebesar Rp1 juta setelah meraih posisi tertinggi. SDN Bulusari 2 menempati peringkat kedua dan memperoleh hadiah pembinaan Rp750 ribu. Sementara itu, SDN Kepulungan 2 berada di posisi ketiga dengan hadiah pembinaan sebesar Rp500 ribu.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, yang sebelumnya membuka turnamen secara resmi, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kompetisi hingga babak final.
Samsul secara khusus menyampaikan selamat kepada SDN Kejapanan 1 sebagai juara pertama. Menurutnya, turnamen tersebut menunjukkan besarnya potensi sepak bola usia dini yang dimiliki Kecamatan Gempol.
“Selamat kepada para pemenang, khususnya SDN Kejapanan 1 yang berhasil meraih podium tertinggi. Turnamen ini membuktikan bahwa Kecamatan Gempol memiliki gudang bakat sepak bola yang luar biasa,” ujar Samsul Hidayat.
Ia menilai potensi tersebut membutuhkan dukungan dan pembinaan secara berkelanjutan. Samsul juga meminta peserta yang belum meraih juara agar tidak kehilangan semangat dan terus mengembangkan kemampuan.
“Kami di jajaran legislatif akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini agar pembinaan atlet usia dini di Kabupaten Pasuruan memiliki wadah yang berkelanjutan. Jangan patah semangat bagi yang belum juara, perjalanan kalian masih sangat panjang,” imbuhnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Sekolah Dasar, Rica Wemy Stya Lestari, M.Pd., menilai kegiatan olahraga memiliki manfaat penting dalam mendukung perkembangan siswa.
Menurut Rica, kompetisi olahraga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.
Antusiasme dan sportivitas peserta selama pertandingan menjadi salah satu nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme dan sportivitas yang ditunjukkan oleh anak-anak selama turnamen berlangsung. Dari kacamata kurikulum, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari penguatan karakter siswa, seperti kerja sama tim, disiplin, dan daya juang yang tinggi,” paparnya.
Rica berharap penyelenggara dapat menjadikan kompetisi serupa sebagai agenda rutin. Dengan kegiatan yang berkelanjutan, sekolah memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang non-akademik.
36 Tim Jadi Ruang Pemetaan Bakat
Keikutsertaan 36 tim SD se-Kecamatan Gempol juga membuka peluang bagi sekolah dan pembina olahraga untuk memetakan potensi pemain muda. Setiap pertandingan memberikan pengalaman kompetitif sekaligus kesempatan bagi siswa untuk belajar menghadapi tekanan, bekerja sama, dan menjunjung sportivitas.
Turnamen tersebut juga mempertemukan lingkungan sekolah, peserta didik, orang tua, serta masyarakat dalam kegiatan olahraga yang positif. Interaksi tersebut dapat memperkuat dukungan terhadap pembinaan olahraga usia dini di tingkat kecamatan.
Kompetisi ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097. Selain mengejar prestasi, para peserta mendapatkan pengalaman bertanding dan kesempatan mengembangkan kemampuan sepak bola sejak usia dini.
Berakhirnya turnamen dengan tiga tim terbaik sebagai juara menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola tingkat sekolah dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Lapangan tidak hanya menjadi tempat untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan disiplin, kerja sama, sportivitas, dan semangat berprestasi.
Ke depan, keberlanjutan kompetisi dan pembinaan menjadi kunci agar potensi yang muncul dari turnamen tidak berhenti setelah pertandingan final. Sinergi pemerintah, dunia pendidikan, sekolah, pembina olahraga, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk membuka ruang pembinaan yang konsisten bagi atlet-atlet muda Kabupaten Pasuruan.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, prestasi dari turnamen tingkat sekolah diharapkan dapat menjadi langkah awal lahirnya talenta sepak bola muda yang mampu membawa nama Gempol dan Kabupaten Pasuruan ke tingkat yang lebih tinggi.
Editor Syafi’i/ red
