Berita Warna Warni

Tragedi di Sawah Patusan Dukuhsari Jabon: Tanaman Semangka Garbis Siap Panen Disayat-Sayat Orang Tak Dikenal

Foto : Petani buah Semangka Khoiri asal Desa Keboguyang Jabon sedang panen buah Semangkanya di Patusan Dukuhsari. SP/Hikmah

 

SETAJAMPENA.com, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi S.H, M.Kn telah meresmian wisata panen melon sekaligus menandai pengembangan inovasi budidaya melon premium melalui sistem greenhouse. Tiga varietas melon unggulan dikembangkan, yakni Sweet Hami, Sweet Net 9, dan Sweet Lavender.

Bupati Subandi mengapresiasi inovasi Pemerintah Desa Sidorejo bersama BUMDes dalam memanfaatkan lahan desa menjadi kegiatan produktif. Menurut dia, pengembangan greenhouse dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi aset desa.

Cerita tragis yang berbeda dialami para petani buah Semangka, Timun Emas, Garbis daerah persawahan Patusan Dukuhaari Jabon, Sidoarjo. Nasib apes menimpa beberapa petani buah di Patusan desa Dukuhsari, salah satunya menimpa Khoiri asal Desa Kebuguyang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Impian untuk memanen hasil jerih payah dari lahan pertanian yang dikelolanya harus mengalami kerugian setelah tanaman buah Semangka, garbis miliknya “Diduga” dirusak oleh orang tak bertanggung jawab.

Peristiwa perusakan tanaman ini terjadi di area Sawah Patusan, Desa Dukuhsari, Kecamatan Jabon Sidoarjo. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan oleh wartawan sekaligus direktur SETAJAMPENA.com pada hari Rabu, (7/10/2026), lahan pertanian tersebut ditanami buah-buahan Semangka dan Garbis yang sedang tumbuh dengan subur serta berbuah lebat pada, cuaca yang panas saat ini.

Petani malang tersebut diketahui bernama Pak Khoiri, seorang warga Kebuguyang, Kecamatan Jabon, yang menyewa lahan untuk dibudidayakan. Ia telah menghabiskan modal biaya hingga mencapai Rp50 juta demi menanam serta merawat tanaman buah garbis, semangka, serta timun emas sampai masa pertumbuhan yang optimal, hingga telah berbuah lebat.

Namun, harapan manis untuk memetik buah manis menjelang masa panen seketika berubah menjadi mimpi buruk. Hasil pertanian yang sudah berada di depan mata dengan kondisi fisik buah yang sangat bagus dan siap petik justru mendadak rusak parah akibat ulah manusia.

Modus perusakan yang dilakukan oleh pelaku tergolong sangat tega dan disengaja. Buah-buah Semangka, garbis dan lain lain yang tumbuh subur di tangkai pohonnya banyak yang disayat-sayat menggunakan pisau tajam hingga mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian daging buahnya dan dipastikan tidak bisa dipanen karena, dirusak sebelum saatnya panen.

Akibat dari tindakan vandalisme tersebut, buah-buah tersebut yang tadinya memiliki nilai jual tinggi kini mengalami kerusakan sebagian. Pelaku yang diduga beraksi secara sembunyi-sembunyi itu meninggalkan buah-buah yang sudah disayat begitu saja tanpa mengambilnya dari batang tanaman.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Hikmah, seorang wartawan SETAJAMPENA.com yang sedang melakukan investigasi di lokasi. Berdasarkan laporan investigasi langsung di Sawah Patusan Jabon pada Rabu, (7/10/2026), kondisi tanaman di lapangan sungguh memprihatinkan.

Pak Suprapto salah satu yang memberi keterangan disawah Patusan menyatakan bahwa kerugian materiel maupun imateriel sudah pasti terjadi akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. Modus perusakan dengan cara mencel atau memotong buah menggunakan benda tajam menunjukkan adanya unsur kesengajaan untuk merugikan petani.

“Tanaman buah garbis, semangka, dan timun emas sebenarnya tumbuh dengan sangat subur di sawah yang disewa oleh petani buah ini. Namun, hasil yang sudah di depan mata dengan kondisi buah yang sangat bagus ternyata dirusak oleh hama manusia dengan cara disayat pakai pisau dan ditinggalkan begitu saja di batangnya,” ujar Pak Suprapto saat memberikan penjelasan.

Kerugian finansial yang harus ditanggung oleh Pak Khoiri akibat perusakan ini diperkirakan sangat besar. Mengingat modal yang dikeluarkan mencapai angka Rp50 juta, rusaknya komoditas Semangka, garbis tentu memukul telak perekonomian sang petani yang menggantungkan hidup dari hasil panen tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, motif di balik aksi perusakan sadis terhadap tanaman garbis milik petani Jabon ini masih belum diketahui pasti. Apakah tindakan tersebut didasari oleh rasa iri, persaingan usaha yang tidak sehat, atau masalah pribadi lainnya masih menjadi tanda tanya besar bagi warga sekitar terutama para petani buah.

Menurut Suprapto petani buah asal Porong, mulai saat ini sampai buah dipanen nanti, para petani akan melakukan penjagaan dan ronda keliling dengan cara bersembunyi pada malam hari bergiliran diseputaran tanaman buah tersebut, guna mencegah niat jahat orang orang yang akan merusak buah buahan yang ditanam para petani.

Kasus perusakan tanaman produktif menjelang masa panen ini diharapkan mendapat perhatian serius dari semua pihak agar saling mengerti dan tidak melakukan pengrusakkan buah buahan yang sebentar lagi akan dipanen, sehingga para petani tidak mengalami kerugian akibat ulah manusia yang memotong tangkai buah yang belum saatnya panen.

Para Petani buah akan melakukan pengintaian secara sembunyi serta pengamanan yang lebih ketat lagi di area persawahan agar kejadian serupa tidak kembali menimpa petani lainnya di wilayah Patusan Dukuhsari Jabon, Sidoarjo. hik

 

Editor: Audi/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *