Foto : Laporan Dahlia Dewi, Koresponden SETAJAMPENA. Com biro Bima
SETAJAMPENA.com, Kota Bima. Bank Sampah Induk (BSI) Karaso Rasa yang merupakan unit binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima resmi mengumumkan daftar harga nilai tukar sampah per kilogram. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai langkah nyata untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif memilah dan mengelola sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai ekonomis.
Pemberlakuan daftar harga ini diumumkan pada Rabu, (4/11/2026), di Kota Bima. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya penanganan sampah dari sumbernya.
Adapun rincian harga nilai tukar sampah per kilogram yang ditetapkan oleh BSI Karaso Rasa meliputi beberapa jenis material. Untuk kategori botol plastik, pihak bank sampah menetapkan harga sebesar Rp1.500 per kilogram.
Selain botol plastik, material lain seperti karton dihargai sebesar Rp1.200 per kilogram dan karung bekas dipatok seharga Rp1.000 per kilogram. Sementara itu, minyak jelantah memiliki nilai tukar tertinggi dalam daftar ini, yakni senilai Rp2.000 per kilogram.
Jenis sampah lainnya yang turut masuk dalam daftar pengumpulan meliputi kertas bekas dengan harga Rp1.000 per kilogram dan ban bekas seharga Rp200 per kilogram. Adapun untuk limbah sandal atau sepatu bekas, BSI Karaso Rasa menghargainya sebesar Rp500 per kilogram.
Melalui operasional bank sampah ini, masyarakat Bima tidak hanya diajak untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Lebih dari itu, warga Bima juga dapat memperoleh tambahan manfaat ekonomi secara langsung dari sampah yang berhasil dipilah dan dikumpulkan.
Sejalan dengan program tersebut, Pemerintah Kota Bima melalui DLH juga mengeluarkan aturan baru terkait pengelolaan sampah di wilayah Kota Bima. Aturan ini dirancang untuk memperkuat tata kelola kebersihan kota secara menyeluruh dan terpadu.
Oleh karena itu, DLH Kota Bima mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat rumah tangga, sekolah, hingga berbagai komunitas, untuk mulai membiasakan memilah sampah. Warga diharapkan dapat mengumpulkan sampah anorganik yang bernilai jual dan memanfaatkan layanan yang disediakan oleh Bank Sampah Induk Karaso Rasa.
#UbahSampahJadiCuan #PilahSampahKotaBima #BSIKarasoRasa #KotaBimaBersih
(Dahlia Dewi).
Editor Hikmah/red
