Berita Pemerintahan

RANDUPITU BUKTIKAN DIRI: TPS 3R KSM PEMPES JADI UJUNG TOMBAK PASURUAN BEREBUT PIALA ADIPURA!

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
— Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) KSM Pemuda Peduli Sampah (PEMPES) Desa Randupitu menggebrak arena penilaian Penghargaan Adipura Kabupaten Pasuruan. Pada Jumat (6/11/2026), fasilitas pengolahan sampah ini resmi diterjunkan menjadi titik pemantauan krusial yang diuji langsung oleh Tim Penilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

​Bukan sekadar formalitas tahunan, TPS 3R KSM PEMPES berdiri tegak di bawah sorotan utama. Tempat ini membuktikan garatnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang terintegrasi, mandiri, dan berkesinambungan.

Dalam peninjauan lapangan yang berlangsung ketat, petugas menggulung alur pengolahan dari hulu ke hilir: membedah pemilahan organik dan anorganik skala rumah tangga, menguji proses pengomposan, hingga mengawal pencacahan dan penanganan residu secara terukur.

​Tim Pemprov Jatim yang dipimpin oleh Aji, dengan pengawalan ketat perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Dayat, bersama jajaran pengurus KSM PEMPES dan para pekerja lapangan, menyisir setiap sudut TPS 3R.

Audit tak hanya menyasar fisik—kebersihan area, pencatatan volume sampah masuk, hingga pemanfaatan produk olahan dikuliti habis demi memastikan standar kualitas tertinggi.

​Evaluasi menohok pun dilayangkan tim penilai. Kebersihan area vital tak bisa ditawar, terutama ancaman genangan air lindi yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Peringatan tegas ini disambut sigap oleh pengurus KSM PEMPES sebagai pemecah kejenuhan operasional untuk langsung berbenah total, baik dari sisi administrasi, manajemen operasional, hingga sanitasi lingkungan.

​Konsistensi pengelola dan militansi warga Randupitu dalam memangkas tonase sampah menuju TPA menuai apresiasi tinggi. Terpilihnya TPS 3R PEMPES sebagai benteng pemantauan Adipura membakar semangat KSM untuk terus memperluas edukasi pemilahan sampah di akar rumput.

​Langkah ini menegaskan satu hal: penilaian Adipura bukan sekadar ajang perburuan piala, melainkan pembuktian sinergi tanpa kompromi antara pemerintah daerah, provinsi, dan komunitas lokal demi menyulap Kabupaten Pasuruan menjadi wilayah yang bersih, hijau, dan tangguh berkelanjutan!

Jurnalis: Syafi’i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *