Catatan : Hikmahjaya, Direktur SETAJAMPENA.com
SETAJAMPENA.com, Sidoarjo — Kesaktian Pancasila bagi generasi muda berarti bukti nyata kekuatan ideologi bangsa yang mampu bertahan dari berbagai ancaman perpecahan, serta menjadi pedoman hidup untuk menjaga persatuan Indonesia.
Makna dan Peran bagi Generasi Muda
- Sebagai benteng Ketahanan Ideologi: Mengingatkan anak muda agar tetap waspada terhadap ancaman, radikalisme, atau pengaruh asing yang ingin mengganti nilai dasar negara.
- Penghormatan kepada para Pahlawan: Menumbuhkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Pahlawan Revolusi yang telah gugur demi mempertahankan keutuhan bangsa.
- Sebagai Pendorong Persatuan: Mengajak generasi muda demi merawat semangat gotong royong, toleransi, dan nasionalisme di tengah keberagaman.
- Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni: Mendorong anak muda untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian, seperti bersikap adil, bijak bermedia sosial, dan saling menghormati.
Penerapan nilai Pancasila di era digital bagi pelajar dapat diwujudkan melalui sikap bijak, toleransi, dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab sebagai filter terhadap arus informasi.
Penerapan per Sila di Ruang Siber
Berikut adalah bentuk penerapan kelima sila Pancasila di ruang digital:
- Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa): Membina kerukunan hidup antarumat beragama di media sosial, menghormati perbedaan keyakinan, serta tidak menyebarkan konten yang menista atau menghina agama tertentu.
- Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Menerapkan etika berinternet (netiket) yang santun, menjunjung tinggi harkat martabat manusia, serta aktif melakukan gerakan anti-cyberbullying (perundungan siber) atau ujaran kebencian.
- Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): Merawat persatuan bangsa dengan membuat atau membagikan konten kreatif yang positif, mencintai produk/budaya lokal di internet, dan menolak narasi hoaks yang memecah belah.
- Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan…): Berdiskusi dan bermusyawarah secara sehat di platform daring, menghargai perbedaan pendapat orang lain, serta tidak memaksakan kehendak saat berkomentar di media sosial.
- Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Memanfaatkan teknologi untuk aksi solidaritas kemanusiaan atau digital crowdfunding (penggalangan dana) yang transparan, serta mendukung keadilan informasi tanpa membeda-bedakan.
Kunci Utama Pelajar di Era Digital - Saring sebelum sharing: Memeriksa kebenaran informasi terlebih dahulu sebelum menyebarkannya ke grup atau media sosial.
- Berpikir kritis: Tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax) atau konten provokatif.
Perbedaan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila
1. Hari Lahir Pancasila
- Tanggal Peringatan: Diperingati setiap 1 Juni.
- Latar Belakang: Mengenang momen saat Soekarno menyampaikan gagasan atau pidato tentang lima dasar negara dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945.
- Maknanya: Momentum awal dicetuskannya konsep dan rumusan dasar negara bernama Pancasila bagi Indonesia yang sedang bersiap merdeka.
2. Hari Kesaktian Pancasila
- Tanggal Peringatan: Diperingati setiap 1 Oktober.
- Latar Belakang: Mengingat peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) pada tahun 1965 serta gugurnya para perwira TNI Angkatan Darat.
- Maknanya: Peringatan untuk meneguhkan kembali kesaktian dan ketahanan Pancasila sebagai ideologi bangsa dari upaya penggantian atau penghancuran oleh gerakan lain.
Mengapa Hari Kesaktian Pancasila Diperingati Setiap Tanggal 1 Oktober?
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober karena menandai keberhasilan bangsa Indonesia dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara dari ancaman Gerakan 30 September (G30S/PKI) pada tahun 1965.
Berikut poin-poin penting di balik penetapan tanggal tersebut:
Latar Belakang Sejarah
- Tragedi G30S/PKI: Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap tujuh perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.
- Titik Balik Keamanan: Tanggal 1 Oktober menjadi momen ketika negara berhasil memulihkan kendali dan menumpas upaya penggantian ideologi Pancasila.
Tujuan Peringatan
- Menghormati Pahlawan: Menghormati jasa para perwira yang gugur demi menjaga keutuhan bangsa.
- Memperkuat Ideologi: Mempertebal keyakinan akan kebenaran dan kesaktian Pancasila sebagai satu-satunya pandangan hidup yang mempersatukan Indonesia.
- Dasar Hukum: Ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 oleh Presiden Soeharto. Hik
Editor: Audi/red
