Berita Warna Warni

Dapur SPPG Karangturi Disetop Sementara Pasca Ratusan Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan MBG

(Foto: Istimewa)

SETAJAMPENA.com, Semarang – Dapur SPPG Karangturi Disetop Sementara. Ratusan murid serta belasan tenaga pengajar di SMKN 6 Semarang dilaporkan mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menindaklanjuti insiden tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi Semarang selaku pihak penyedia dan pendistribusi makanan ke sekolah tersebut langsung dikenakan sanksi penutupan sementara (suspend).

“Kemarin Jumat (31/7) kami sudah melakukan investigasi lintas sektor yang melibatkan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Koordinator Regional Jawa Tengah, Koordinator Wilayah Kota Semarang, Koordinator Kecamatan Semarang, Babinsa, Kepolisian (Polrestabes), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. Makanya dapur kami suspend sementara karena buat kami di BGN, keselamatan penerima manfaat jadi yang utama dan prioritas,” ucap Koordinator KPPG Semarang, Hadi Riajaya, ketika memberikan keterangan pada Minggu (2/8/2026).

Pihak berwenang juga dikabarkan turun tangan langsung untuk meninjau kondisi kesehatan para korban yang mengalami gejala keracunan hingga harus mendapatkan perawatan medis di puskesmas maupun rumah sakit. Hadi memastikan bahwa proses pengawasan, pemantauan lanjutan, serta penelusuran kronologi kejadian secara bertahap terus didalami.

“Kami bergerak cek kondisi penerima manfaat yang terdampak, yang dibawa ke Puskesmas sampai yang dilarikan ke Rumah Sakit untuk rawat inap. Sampai saat ini terus kita pantau dan evaluasi termasuk tahapan demi tahapan kronologisnya kami dalami,” tuturnya.

Berdasarkan data investigasi awal, rangkaian proses pengolahan makanan bermula saat bahan-bahan baku utama yang meliputi bumbu dapur, buah-buahan, daging ayam, tahu, serta aneka sayuran tiba di fasilitas SPPG Karangturi secara bergelombang pada Rabu (29/7/2026) mulai pukul 13.00 hingga 17.30 WIB.

Selanjutnya, tahapan persiapan memasak mulai dikerjakan sejak pukul 18.55 WIB yang mencakup proses pencucian bahan, pengukusan tahu, hingga perendaman bumbu marinasi pada ayam pukul 19.30 WIB selama durasi satu jam.

Memasuki hari Kamis (30/7/2026), tim juru masak mulai mengolah bumbu rendang, menu tahu, serta sayuran sejak dini hari pukul 00.30 WIB.

Setelah melewati prosedur pemeriksaan uji organoleptik serta penimbangan porsi (gramasi) yang diawasi langsung oleh Ahli Gizi pada pukul 04.00 WIB, paket makanan siap santap tersebut langsung dikemas dan dikirimkan ke sekolah dalam dua gelombang pengiriman, yakni pada pukul 06.00 WIB dan pukul 08.10 WIB.

Kendati demikian, pihak manajemen SPPG baru menerima laporan resmi dari pihak sekolah perihal adanya keluhan gangguan pencernaan seperti rasa mual, muntah-muntah, serta diare yang dialami para siswa pada hari Jumat (31/7/2026) pukul 09.40 WIB. net

Redaktur: Audi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *