Berita Warna Warni

Kangen Band Dibubarkan Dodhy, Andika Konsolidasi

SETAJAMPENA.Com, Jakarta.              Kangen Band bubar secara mendadak oleh Dodhy, pendirinyan Ia ang-gap tidak ada keadilan. Ini membuat Andika Mahesa mengambil langkah cepat.

Vokalis Kangen Band itu memilih terbang ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan para personel dan membicarakan per-soalan yang terjadi di dalam grup.

Langkah tersebut diambil Andika karena dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti alasan di balik keputusan Dodhy. Ia bahkan baru mengetahui ka-bar pembubaran Kangen Band melalui unggahan di media sosial.Ya, pernyataan di Instagram itu aja sih, yang lain-lain belum,” kata Andika saat dihubungi wartawan, Minggu (13/9/2026).

Bagi Andika, keputusan tersebut cukup mengejutkan. Pasalnya, tidak ada persoalan yang ia ketahui sebelum Dodhy menyam-paikan pernyataan pembubaran kepada publik.”Iya, memang enggak ada masalah sebenarnya. Bingung makanya. Kita kan enggak tahu apakah Dodhy ada apa-apa kita kan enggak tahu,” ungkap Andika.

Kebingungan Andika semakin terasa karena aktivitas Kangen Band masih berjalan. Para personel bahkan baru saja menyelesaikan pekerjaan bersama di Hong Kong sebelum kabar men-genai pembubaran grup muncul.

Karena itu, Andika merasa perlu bertemu langsung dengan anggota Kangen Band lain nya. Ia tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan pernyataan yang beredar di media sosial. “Ada apa, ya paling nunggu besok kita ketemuan sama anak anak Kangen Band, gua terbang ke Jakarta tuh harus duduk bareng,” sambungnya.

Andika pun berencana segera menuju Jakarta agar persoalan tersebut dapat dibicarakan secara langsung. Menurutnya, pertemuan an-tara personel menjadi langkah penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan menentukan sikap Kangen Band selanjutnya.

Sementara itu, kabar pembubaran Kangen Band bermula dari pernyataan Dodhy melalui media sosial. Dalam unggahannya, gitaris sekaligus salah satu pendiri grup tersebut mengungkapkan bahwa keputusan itu diambil setelah dirinya merasa mengalami perlakuan tidak adil. (Net).

Ediror : Hikmah/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *