Berita Kesehatan

Kasus Influenza A Melonjak, Kemenkes Sebut Belum Berbahaya namun Kelompok Rentan Perlu Waspada

SETAJAMPENA.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi adanya lonjakan pada kasus infeksi Influenza A di beberapa wilayah kurun waktu sepekan belakangan. Walau demikian, publik diimbau agar tidak merasa cemas berlebihan sebab galur virus yang tengah bersirkulasi tidak tergolong jenis yang mematikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa persentase positif (positivity rate) penyakit flu tersebut mengalami kenaikan dari angka 22 persen menjadi 38 persen saat evaluasi minggu ke-35, yang mayoritas didominasi oleh Influenza A serta sebagian kecil Rhinovirus.

“Belum terlihat perbedaan signifikan peningkatan kasus influenza tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Strain yang terdeteksi saat ini bukan termasuk strain yang berbahaya, sehingga kami terus melakukan pemantauan,” terang Menkes Budi.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes saat ini sedang meningkatkan kapasitas Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di tingkat pusat daerah sampai level kabupaten/kota agar pengujian sampel bisa dilakukan secara mandiri tanpa perlu dikirim ke ibu kota. Upaya ini bertujuan mempercepat proses identifikasi manakala terjadi pergeseran karakteristik pada virus tersebut.

Di sisi lain, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan catatan agar informasi dari fasilitas kesehatan rujukan utama tidak langsung digeneralisasi sebagai cerminan situasi nasional secara keseluruhan.

“Data influenza di setiap rumah sakit sangat mungkin berbeda, terutama antara rumah sakit rujukan dan RSUD. Karakteristik pasien serta layanannya juga berbeda,” tutur Prof. Dr. dr. Anggraini Alam mewakili IDAI.

Masyarakat secara umum tetap disarankan untuk memperhatikan sirkulasi udara di dalam ruangan, mengenakan masker tatkala mengalami gejala flu, serta lekas membawa pasien ke fasilitas medis apabila mengalami demam tinggi melebihi jangka waktu tiga hari, khususnya bagi anak-anak balita yang dikategorikan sebagai pihak paling rawan tertular. net, aud

 

Editor: Audi/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *