PT ALP Green Industry merespons aspirasi warga Winong terkait saluran air dengan rencana pembangunan gorong-gorong penghubung dan sudetan menuju sungai.
PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
— PT ALP Green Industry merespons aspirasi warga terkait persoalan saluran air di Dusun Dliring, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Manajemen perusahaan bersama perangkat desa, BPD, pengairan dan tokoh masyarakat meninjau kondisi gorong-gorong serta membahas solusi tata air di sekitar kawasan industri, Kamis (1/10/2026).

Peninjauan tersebut dihadiri perwakilan manajemen PT ALP Green Industry, Teguh, Kepala Dusun (Kasun) Dliring, Ketua BPD Winong Misron, Pengairan desa Latim, Kasun Dliring Luluk Utari, Perwakilan PT. WIKA Wandi, serta sejumlah tokoh masyarakat. Pertemuan berlangsung di lapangan/lokasi dan menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan terkait kelancaran aliran air, termasuk saluran yang berkaitan dengan lahan Tanah Kas Desa (TKD).
Dalam dialog tersebut, atas dasar masukan dan complain dari perwakilan warga, BPD, pengairan desa, dan Kasun Dliring mengusulkan pembangunan gorong-gorong tambahan yang menghubungkan saluran dari kawasan permukiman menuju saluran gorong-gorong di sisi utara (PT.WIKA) menuju tanah kas desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Teguh menyampaikan bahwa manajemen PT ALP Green Industry akan menindaklanjuti usulan warga. Perusahaan juga menyatakan kesanggupan membangun gorong-gorong.
Adapun dari hasil kesepakatan material gorong-gorong yang digunakan adalah kolom beton RCP dengan dimensi 60 cm
Selain rencana pembangunan saluran baru, dari pantauan di lapangan terlihat perusahaan melakukan pekerjaan infrastruktur saluran di sepanjang sisi dalam pagar kawasan. Salah satu material yang digunakan berupa box culvert beton bertulang berbentuk U dengan sistem sambungan spigot dan socket.
Penggunaan box culvert tersebut menjadi bagian dari penataan sistem drainase kawasan. Infrastruktur itu diharapkan mampu membantu mengalirkan air dengan kapasitas yang lebih terukur serta mengurangi potensi limpasan ke area sekitar perusahaan.
Persoalan tata air menjadi salah satu perhatian warga karena perubahan fungsi lahan dari pertanian menuju kawasan industri turut mengubah kebutuhan dan pola pengelolaan saluran air. Warga meminta agar keberadaan saluran lama maupun jalur air yang sebelumnya mendukung lahan pertanian tetap mendapat perhatian dalam penataan kawasan.
Secara tata ruang, kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai zona industri melalui proses perencanaan dan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, keberadaan kawasan industri tetap membutuhkan pengelolaan drainase yang memperhatikan kondisi lingkungan dan sistem tata air di sekitarnya.
Dalam konteks tersebut, PT ALP Green Industry menyatakan akan mengakomodasi aspirasi masyarakat sepanjang berkaitan dengan kebutuhan tata air di sekitar wilayah operasionalnya. Perusahaan juga menyampaikan komitmen untuk memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan aktivitas industri.
Aliran Air Tetap Bermuara ke Sungai
Secara teknis, air yang keluar dari kawasan tersebut tetap mengikuti sistem tata air yang tersedia dan pada akhirnya bermuara ke sungai besar. Karena itu, pembangunan gorong-gorong dan sudetan menjadi bagian dari upaya mengatur jalur distribusi air agar tidak terkonsentrasi pada satu titik.
Pemerintah dan perusahaan perlu memastikan setiap pembangunan saluran tetap memperhatikan kapasitas drainase, kondisi sungai penerima, serta kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan. Koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat menjadi penting agar perubahan tata air tidak menimbulkan persoalan baru.
Respons manajemen PT ALP Green Industry terhadap usulan warga mendapat perhatian dari perangkat desa dan masyarakat yang hadir. Mereka berharap pembangunan gorong-gorong penghubung dan sudetan dapat segera terealisasi sehingga aliran air lebih lancar, terutama saat musim penghujan.
Bagi warga Dusun Dliring, persoalan saluran air bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan keamanan lingkungan dan keberlanjutan aktivitas masyarakat. Sementara bagi perusahaan, komunikasi dengan warga menjadi bagian penting untuk menjaga agar kegiatan industri dapat berjalan berdampingan dengan kebutuhan lingkungan sekitar.
Penulis/editor: Syafi’i/red
