Berita Nasional

Purbaya Plong tak Mikir Utang Whoosh

SETAJAMPENA.Com.                                Yudhi Sadewa mengaku lega setelah tak lagi menjabat sebagai menteri keuangan (menkeu). Salah satu alasannya adalah tak perlu lagi memikirkan kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Purbaya menyampaikan hal tersebut saat ditemui usai serah terima jabatan (sertijab) menteri keuangan di Kantor Ke-menterian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9).

Saat ditanya mengenai nasib utang Whoosh setelah dirinya tak lagi menjadi menkeu, Purbaya justru mengaku bersyukur tidak perlu memikirkan persoalan tersebut.

“Kan bukan gue menteri keuangannya. Alhamdulillah, selamat gue,” ujar Purbaya.

Purbaya mengatakan dirinya memang tidak perlu memikir-kan kewajiban tersebut lagi karena sudah tidak berada di posisi bendahara negara.

Sebelumnya, Purbaya mengungkap utang proyek Whoosh akan dicicil hingga 80 tahun setelah melalui proses restrukturisasi.

Ia mengatakan cicilan kewa-jiban tersebut berada di kisaran Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun per tahun. Menurutnya, besaran cicilan tersebut masih dapat ditangani pemerintah.

“Berarti kan total utang besar, tapi distretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, ada yang rendah, tapi kalau kita lihat, ‘Oh masih bisa lah’. (Tenor cicilan)

80 tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh. Iya kita sudah mati, santai saja,” ujar Purbaya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9) lalu.

Purbaya sebelumnya mengatakan pengelolaan kewajiban utang Whoosh akan dialihkan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.

Kewajiban tersebut berpotensi ditangani oleh Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan atau Indonesia Investment Authority (INA).

“Ada kemungkinan, mungkin kita pakai SMV atau INA,” ujarnya.
Purbaya juga memastikan entitas yang nantinya menan-gani kewajiban Whoosh tidak perlu mencari investor baru untuk membayar cicilan.

Menurut Purbaya, kemampuan keuangan SMV Kementerian Keuangan dinilai cukup untuk menangani kewajiban tersebut.

Whoosh dibangun dengan nilai total investasi US$7,2 miliar atau setara Rp116,54 triliun (asumsi kurs Rp16.186 per dolar AS). Net.

Editor : Hikmah/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *