Prabowo akui kopdes Merah Putih masih memiliki berbagai kekurangan pada awal operasional. Pemerintah berkomitmen menyempurnakan fasilitas dan memperkuat rantai pasok nasional.
JAKARTA,SETAJAMPENA.COM
Prabowo Akui kopdes Merah Putih masih menghadapi berbagai kekurangan pada tahap awal operasional. Meski demikian, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus melakukan pembenahan agar program tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat sistem distribusi barang hingga ke pelosok Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna yang dipantau secara daring melalui Sekretariat Presiden, Senin (20/7/2026). Ia menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih baru berjalan sekitar satu setengah bulan sehingga masih terdapat sejumlah kendala teknis di berbagai daerah.
“Baru satu setengah bulan beroperasi banyak kekurangan. Ada yang listriknya belum baik, ada yang airnya belum baik, ada yang belum dapat internet dan sebagainya,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan pemerintah tidak akan berhenti pada tahap pembentukan koperasi semata. Menurutnya, seluruh Kopdes Merah Putih akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang agar mampu menjalankan fungsi ekonomi secara maksimal.
Fasilitas tersebut meliputi gudang penyimpanan, ruang pendingin (cold storage), truk pengangkut hasil produksi, apotek yang menyediakan obat generik dengan harga terjangkau, bengkel alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga menjadi penyalur berbagai barang bersubsidi.
Prabowo menilai keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat aktivitas ekonomi desa sekaligus memangkas berbagai hambatan distribusi yang selama ini membebani masyarakat.
Ia juga menyebut pemerintah untuk pertama kalinya akan memiliki rantai pasok nasional yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga desa melalui jaringan koperasi tersebut.
Menurut Prabowo, jaringan Kopdes Merah Putih akan menjadi instrumen strategis dalam menjaga stabilitas distribusi kebutuhan masyarakat. Dengan sistem yang terhubung langsung hingga tingkat desa, pemerintah diharapkan lebih mudah mengawasi pergerakan barang serta mengantisipasi kelangkaan komoditas penting.
“Kita akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa, pertama kali dalam sejarah,” ujarnya.
Ia menambahkan sistem tersebut akan membantu pemerintah mencegah praktik penimbunan barang yang sering terjadi menjelang hari besar keagamaan maupun momentum tertentu ketika permintaan meningkat.
Menurut Prabowo, apabila distribusi berjalan lebih efisien, masyarakat akan memperoleh barang dengan harga yang lebih stabil, sementara petani dan pelaku usaha desa memperoleh keuntungan yang lebih adil.
Pangkas Peran Perantara
Presiden menjelaskan bahwa gagasan pembentukan Kopdes Merah Putih pada awalnya bertujuan mengurangi ketergantungan petani terhadap rentenir yang selama ini dinilai membebani sektor pertanian.
Namun setelah dilakukan kajian lebih lanjut, pemerintah menemukan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar melalui penyederhanaan rantai distribusi hasil pertanian.
Prabowo menggambarkan bahwa selama ini hasil panen petani harus melewati banyak perantara sebelum sampai ke konsumen. Produk dijual kepada pengepul, kemudian berpindah ke distributor, subdistributor, pedagang grosir, hingga pedagang ritel sebelum akhirnya dibeli masyarakat.
Berdasarkan hasil riset yang disampaikan Menteri Pertanian, keuntungan yang dinikmati para perantara dalam rantai distribusi tersebut diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen.
Prabowo menyebut pemerintah menghitung potensi efisiensi yang dapat dicapai melalui sistem baru itu mencapai sekitar Rp313 triliun. Menurutnya, selama ini petani dan konsumen hanya menikmati sekitar 30 persen manfaat ekonomi, sementara sisanya dinikmati oleh pihak perantara.
Pemerintah berharap pengembangan Kopdes Merah Putih tidak hanya memperbaiki tata niaga hasil pertanian, tetapi juga memperkuat ekonomi desa secara menyeluruh. Kehadiran koperasi yang didukung infrastruktur, logistik, layanan kesehatan, hingga distribusi barang bersubsidi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperpendek jalur distribusi nasional.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan pada masa awal operasional, komitmen pemerintah untuk menyempurnakan Kopdes Merah Putih menjadi sinyal bahwa program ini diproyeksikan sebagai fondasi baru dalam membangun sistem ekonomi desa yang lebih efisien, transparan, dan berpihak kepada petani serta masyarakat luas. Dengan keberhasilan implementasi yang konsisten, dampaknya diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dan menciptakan distribusi barang yang lebih merata di seluruh Indonesia.(Net)
