Berita Nasional

Sudaryono Tancap Gas Pimpin BGN: Fokus Pembenahan Tata Kelola MBG hingga Gelar Rapat Perdana Usai Dilantik

SETAJAMPENA.com, Jakarta – Sudaryono tancap gas pimpin Badan Gizi Nasional (BGN). Roda kepemimpinan ini resmi memasuki babak baru. Usai ditunjuk dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengemban amanah strategis tersebut, Sudaryono langsung menunjukkan etos kerja tinggi dengan bergerak cepat memimpin konsolidasi internal serta merumuskan berbagai langkah taktis demi menyukseskan program prioritas nasional.

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru tentu tidak lepas dari rekam jejak serta latar belakang pengalamannya di kancah pemerintahan maupun organisasi nasional. Lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985, sosok politikus Partai Gerindra ini sebelumnya dikenal publik luas saat mengemban tugas negara sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

Selain itu, ia juga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang matang di berbagai organisasi kemasyarakatan dan ekonomi, di antaranya pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) serta Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Tengah.

Berbekal latar belakang pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) yang kemudian dipadukan dengan pengalamannya yang luas di dunia bisnis dan politik, Sudaryono kini memegang tanggung jawab besar untuk mengawal jalannya lembaga negara yang krusial ini.

Tepat di hari pertama pengangkatannya, Sudaryono tidak membuang waktu percuma. Mantan Wamentan tersebut langsung tancap gas dengan menggelar dan memimpin rapat perdana bersama jajaran pimpinan serta staf di lingkungan Badan Gizi Nasional pada Kamis (23/7/2026).

Pertemuan tertutup yang berlangsung secara intensif tersebut diisi dengan agenda konsolidasi internal serta pemetaan langkah strategis guna mempercepat akselerasi pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Dalam arahannya di hadapan para pejabat dan pegawai BGN, Sudaryono menekankan pentingnya bekerja secara maksimal, disiplin tinggi, serta berorientasi langsung pada hasil nyata di lapangan demi kesejahteraan masyarakat luas.

Lebih lanjut, dalam kesempatan terpisah, Sudaryono turut blak-blakan membeberkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan di bawah kepemimpinannya.

Fokus utama yang menjadi sorotan tajam adalah pembenahan secara menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, perbaikan sistem manajemen dan distribusi ini merupakan hal yang amat krusial agar program unggulan pemerintah tersebut dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan multiplier effect atau dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat luas, khususnya para petani, peternak lokal, hingga para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Dengan kombinasi pengalaman birokrasi, jejaring kerakyatan yang kuat, serta langkah awal yang proaktif melalui rapat perdana ini, kepemimpinan baru di BGN diharapkan mampu menjawab tantangan besar dalam mengawal distribusi gizi nasional secara transparan dan akuntabel. (net)

Redaktur: Audi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *