Kecelakaan maut truk tronton di Jalur Surabaya–Malang, Gempol, Pasuruan menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya. Polisi lakukan penyelidikan SCI dan rekayasa lalu lintas.
PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
Kecelakaan maut di Jalur Surabaya–Malang kembali mengguncang Kabupaten Pasuruan. Sebuah truk tronton yang melaju di Kilometer 38 Jalan Raya Surabaya–Malang, tepatnya di sekitar Restoran Mojorejo, Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, mengalami kecelakaan beruntun yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka, Senin pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.45 hingga 05.52 WIB itu melibatkan sejumlah kendaraan, termasuk mobil pikap colt diesel, mobil tangki air, beberapa sepeda motor, serta mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Aparat kepolisian bersama instansi terkait langsung melakukan evakuasi korban dan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan semakin panjang.
Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Jauhar Rizqullah Sumirat, S.Tr.K., S.I.K., M.A., menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika truk tronton melaju dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di lokasi kejadian, truk diduga kehilangan kendali hingga menabrak sebuah mobil pikap colt diesel yang berada di depannya.
Benturan tersebut membuat truk menerobos median jalan dan masuk ke jalur berlawanan dari arah Surabaya menuju Malang. Kendaraan berat itu kemudian menghantam mobil tangki air dan dua unit sepeda motor di titik pertama kecelakaan yang berada di depan kawasan Pabrik Indofood, dekat Pos PJR.
Akibat tabrakan di lokasi pertama tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di tempat. Sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka dan segera dievakuasi menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Laju truk yang masih tidak terkendali berlanjut hingga titik kedua di area pekarangan warga. Di lokasi ini, truk kembali menabrak sebuah mobil colt diesel sebelum melindas sepeda motor yang berada di jalurnya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa di titik kedua, beberapa orang dilaporkan mengalami luka berat maupun luka ringan.
Rangkaian kecelakaan baru berakhir setelah truk menghantam tiga hingga lima rumah warga di sisi timur jalan. Benturan keras membuat kabin truk ringsek dan pengemudi terjepit di dalam kendaraan.
Petugas gabungan melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus. Setelah berhasil dikeluarkan dari kabin, sopir truk dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut mencapai empat orang, sementara enam korban lainnya masih menjalani perawatan medis.
Selain fokus pada proses evakuasi korban, Satlantas Polres Pasuruan bersama BPBD, PLN, dan unsur terkait juga mengamankan lokasi kejadian. Petugas mengantisipasi potensi bahaya akibat tiang listrik yang terdampak serta mempercepat pemindahan kendaraan yang rusak.
Untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalur nasional Surabaya–Malang, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan dari arah Surabaya maupun Malang menggunakan jalan tol. Selain itu, sistem contraflow diberlakukan di sekitar lokasi agar arus kendaraan tetap bergerak.
Hingga proses penanganan berlangsung, kondisi lalu lintas mulai berangsur normal meski kepadatan sempat terjadi di kedua arah. Polisi mengimbau pengguna jalan agar mematuhi arahan petugas dan memilih jalur alternatif apabila memungkinkan.
Polres Pasuruan memastikan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Tim akan menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) dengan dukungan perangkat Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jawa Timur untuk mengungkap faktor penyebab kecelakaan secara ilmiah dan menyeluruh.
Hasil penyelidikan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab insiden sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan di jalur nasional Surabaya–Malang yang merupakan salah satu ruas lalu lintas terpadat di Jawa Timur. Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi kendaraan tetap laik jalan dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Editor: Syafii/red

Innalillahi