Berita Nasional

BNN RI Monitoring TPS 3R Randupitu Perkuat Program P4GN Desa

BNN RI bersama BNN Kabupaten Pasuruan melakukan monitoring di TPS 3R Pempes Community Desa Randupitu guna memperkuat program P4GN melalui edukasi, pembentukan kader, dan kolaborasi dengan mahasiswa Universitas Negeri Malang.

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
Kunjungan BNN RI menjadi langkah nyata dalam memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Ari Lispriyanto, S.H., M.M., CFrA., CHRMP., bersama Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki, S.H., M.H., melakukan monitoring ke TPS 3R Pempes Community sebagai bagian dari upaya membangun desa yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pemantauan program, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dunia pendidikan, dan masyarakat. Kehadiran BNN RI menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pelaksanaan program P4GN berjalan efektif hingga tingkat desa.

Monitoring ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sedang menjalankan program BBM (Belajar Bersama Masyarakat) Tahun 2026 di Desa Randupitu. Para mahasiswa berkolaborasi dengan BNN untuk mendukung berbagai kegiatan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat.

Selain memberikan penyuluhan secara langsung, mahasiswa UM bersama BNN juga menyusun sebuah buku panduan tentang bahaya narkotika. Buku tersebut dirancang sebagai media edukasi yang mudah dipahami oleh masyarakat, pelajar, hingga para orang tua sehingga dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjauhi narkobProgram edukasi tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Sosialisasi juga menjangkau kelompok masyarakat umum agar pesan mengenai bahaya narkotika dapat diterima secara luas dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, BNN menekankan pentingnya pembentukan kader P4GN sebagai ujung tombak pencegahan di lingkungan masyarakat. Keberadaan kader diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi, penyebar informasi, sekaligus mitra pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat didorong untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi lingkungan sekitar, memberikan edukasi kepada generasi muda, serta membangun budaya hidup sehat tanpa narkoba. Langkah ini dinilai lebih efektif karena melibatkan seluruh unsur masyarakat secara langsung.
Kolaborasi dengan mahasiswa juga menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan program. Kehadiran kalangan akademisi memberikan pendekatan edukatif berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat inovasi dalam penyampaian materi kepada masyarakat.

Kegiatan monitoring di TPS 3R Pempes Community memperlihatkan bahwa upaya pencegahan narkotika dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan masyarakat. Desa Randupitu menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan gerakan bersama dalam membangun lingkungan yang sehat dan produktif.

Semangat tersebut tercermin melalui slogan “Randupitu Bisa! Sadar Sehat Emoh Karena Narkoba!” yang terus digaungkan sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Dengan sinergi antara BNN RI, BNN Kabupaten Pasuruan, pemerintah desa, mahasiswa Universitas Negeri Malang, serta masyarakat, diharapkan program P4GN semakin kuat dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Editor Syafi’i/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *