SETAJAMPENA.com, Jakarta – Misteri kematian Sutrimo. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) bersama jajaran Polres Metro Jakarta Selatan hingga Selasa (28/7/2026) masih terus mengusut tuntas kasus kematian seorang pria bernama Sutrimo (42) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi janggal. Korban yang diketahui merupakan warga asli Banyumas, Jawa Tengah, disebut-sebut menjabat sebagai kepala rumah tangga (karumga) di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut bermula pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Almarhum sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada seorang rekannya dan meminta untuk diantar berobat ke rumah sakit terdekat. Rekannya kemudian membawa Sutrimo menuju kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan.
Setibanya di lokasi yang berada di depan klinik kecantikan Mordent (atau klinik kecantikan M) di kawasan Jakarta Selatan, korban sempat dilaporkan mengalami muntah serta mengeluarkan cairan berbusa dari mulutnya. Rekan korban lantas berinisiatif memanggil bantuan ambulans, namun nahas, setibanya petugas medis di lokasi, nyawa Sutrimo sudah tidak tertolong dan dinyatakan telah meninggal dunia. Pantauan di lapangan juga menunjukkan bahwa bangunan klinik tempat korban ditemukan ternyata sudah tidak beroperasi dan kosong sejak lama.
Aparat penegak hukum bergerak cepat untuk mengungkap rangkaian peristiwa serta penyebab pasti di balik kematian korban. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian karena proses investigasi masih berjalan secara intensif.
“Masih didalami,” ujar Budi saat dikonfirmasi terkait kasus ini, Selasa (28/7).
Polisi kini tengah mengumpulkan berbagai bahan keterangan, mulai dari melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak-pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Penyidik juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, titik awal penemuan, hingga menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Kendati demikian, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengungkapkan bahwa aparat sempat menghadapi kendala di lapangan karena kondisi TKP sudah ‘rusak’ akibat dilalui oleh banyak orang sejak korban pertama kali ditemukan.
“Kita fokus di TKP dulu. Karena di TKP kita cari petunjuk, saksi-saksi, dan bukti-bukti. Terutama CCTV di sekitaran TKP,” tegas Iskandarsyah.
Pendalaman Keterkaitan dengan Mantan Pejabat Tinggi
Selain menyelidiki aspek medis dan kronologi kejadian, pihak kepolisian juga mulai menelusuri latar belakang serta dugaan keterkaitan korban dengan sejumlah pihak, termasuk hubungannya sebagai kepala rumah tangga di kediaman mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung.
Keterangan dari personel Bhabinkamtibmas di sekitar lokasi menyebutkan adanya dugaan kaitan antara klinik tempat korban ditemukan dengan Febrie Adriansyah, meski penyidik menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut masih terus diverifikasi dan didalami secara mendalam. net
Redaktur: Audi
