Berita Pendidikan & Budaya

Prasasti Bulusari Ungkap Jejak Peradaban Kuno Gempol Pasuruan Sejarah.

Penemuan Prasasti Pakem Bulusari di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mengungkap jejak peradaban abad ke-11 Masehi dan memperkuat bukti sejarah kawasan sebagai pusat permukiman era klasik.

SEJARAH, SETAJAMPENA.COM

Prasasti Pakem Bulusari menjadi bukti penting yang memperkuat sejarah panjang peradaban di Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan hasil survei Balai Arkeologi Yogyakarta pada 14 November 2001, tim peneliti menemukan sebuah prasasti pendek di Dusun Pakem, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Gempol telah menjadi bagian dari perkembangan permukiman dan pemerintahan lokal sejak abad ke-11 Masehi.

Prasasti itu memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan temuan sejenis. Para peneliti mencatat teknik pahatan dibuat secara timbul, sementara bentuk aksaranya menggunakan gaya quadrat yang identik dengan kebudayaan pada masa Kerajaan Kediri. Hasil pembacaan menunjukkan angka tahun 957 Saka atau setara dengan 1035 Masehi, sehingga memberikan petunjuk kronologis yang jelas mengenai keberadaan masyarakat pada masa itu.

Keberadaan prasasti tersebut menambah daftar tinggalan arkeologi penting di wilayah Pasuruan. Angka tahun yang tertera menjadi salah satu bukti autentik bahwa kawasan Gempol telah dihuni masyarakat dengan sistem sosial yang berkembang sejak masa klasik Nusantara.

Temuan ini juga selaras dengan berbagai sumber sejarah, termasuk kitab Negarakertagama, yang menyebut wilayah Pasuruan pada abad ke-14 Masehi sebagai kawasan dengan permukiman yang cukup padat. Masyarakat kala itu diketahui telah menempati berbagai desa atau dusun yang disebut thani serta menjalankan sistem pemerintahan lokal secara teratur.

Penemuan Prasasti Bulusari semakin memperkuat posisi Kabupaten Pasuruan sebagai daerah yang memiliki warisan sejarah penting. Bukti arkeologis tersebut menunjukkan bahwa kawasan Gempol bukan hanya menjadi jalur aktivitas masyarakat, tetapi juga berperan sebagai pusat kehidupan yang telah berkembang sejak lebih dari seribu tahun lalu.

Nilai sejarah yang terkandung dalam prasasti ini diharapkan dapat mendorong upaya pelestarian situs-situs budaya di Kabupaten Pasuruan. Selain menjadi sumber penelitian bagi kalangan akademisi, temuan tersebut juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah sebagai identitas daerah. Dengan pelestarian yang berkelanjutan, Prasasti Bulusari dapat menjadi salah satu rujukan penting dalam mengungkap perjalanan panjang peradaban di Pasuruan sekaligus memperkaya khazanah sejarah.

Editor Syafi’i/red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *