Berita Warna Warni

Digitalisasi Pasar di Sidoarjo Dorong Kenaikan Retribusi Sebesar 23,7 Persen

(Foto: istimewa)

 

SETAJAMPENA.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melaporkan lonjakan signifikan pada penerimaan retribusi pasar yang meningkat hingga 23,7 persen selama periode Mei hingga Juli 2026. Kenaikan ini terjadi menyusul kebijakan pengalihan sistem pembayaran retribusi manual ke arah digital.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, memaparkan bahwa rata-rata penerimaan retribusi pasar meroket menjadi sekitar Rp1,42 miliar per bulan pada Mei–Juli 2026, naik dari pencapaian sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,15 miliar per bulan pada Januari–April 2026.

“Pengalihaan pembayaran retribusi pasar ke sistem digital melalui aplikasi MyRetribusi dapat meningkatkan kemudahan transaksi, transparansi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Yudhi dalam keterangannya di Sidoarjo, Kamis.

Yudhi merinci, porsi penerimaan transaksi digital mengalami pertumbuhan pesat dari hanya 2,7 persen pada Mei 2026 menjadi 33,4 persen saat ini. Tercatat hingga pertengahan Agustus 2026, akumulasi transaksi digital telah mencapai 26.093 transaksi, melompat jauh dibandingkan angka awal implementasi pada Mei lalu yang baru mencatatkan 2.109 transaksi.

Perluasan digitalisasi ini semakin digencarkan melalui peluncuran program Pasar Sidoarjo Jaringan Go-Digital (PASAR JAGO) yang diresmikan dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sidoarjo. Sejauh ini, 12 dari total 19 pasar daerah di Sidoarjo telah sukses mengadopsi sistem pembayaran digital MyRetribusi sejak intensifikasi program dimulai pada Mei 2026.

Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh pasar daerah dapat menerapkan sistem digital secara penuh pada tahun 2027 mendatang. Langkah efisiensi ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran pemerintah daerah hingga sekitar Rp500 juta setiap tahunnya dari pos biaya pencetakan karcis retribusi konvensional.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengungkapkan bahwa proses digitalisasi pasar ini sejatinya telah dirintis sejak tahun 2017 dan menuntut kesiapan mental serta adaptasi dari para pengelola pasar, pedagang, hingga masyarakat luas. Dalam implementasinya, program PASAR JAGO turut mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI) serta Bank Jatim dalam hal penyediaan infrastruktur pembayaran nontunai, termasuk fasilitas QRIS Experience.

“Digitalisasi bukan hanya soal bagaimana membayar retribusi, tetapi bagaimana pemerintah memberikan pelayanan yang mengikuti kebutuhan masyarakat agar lebih praktis, transparan, dan akuntabel,” pungkas Fenny. net

 

Redaktur: Audi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *