Berita Warna Warni

Budiman: Dapur Warga Miskin Harus Tetap Mengepul, Anak-anak Jangan Kehilangan Masa Depan

SETAJAMPENA. Com, Bangkalan. Pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya diukur dari angka statistik. Di balik target pembangunan, ada kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap terjaga. Mulai dari dapur yang tetap mengepul, listrik menyala, anak-anak bersekolah, hingga terbukanya akses menuju pendidikan tinggi.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Amanah, Desa Basanah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Budiman juga berdialog dengan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dari sejumlah kecamatan di Bangkalan.
Budiman mengatakan, salah satu target Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pengentasan kemiskinan adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga miskin, tetap terpenuhi.

“Target Pak Prabowo sebagai Presiden adalah memastikan dapurnya warga miskin tetap mengepul, lampunya tetap menyala, Wi-Fi tetap berjalan, anak-anak tetap belajar dan berangkat sekolah,” kata Budiman. Jumat (25/9).

Menurutnya, perhatian terhadap warga miskin tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan hari ini. Masa depan anak-anak dari keluarga miskin juga harus mendapat perhatian. Anak-anak yang memiliki kemampuan dan prestasi, kata Budiman, harus memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kalau ada anak-anak pintar dan punya kemampuan, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya.

Jangan Sampai Ada yang Tertinggal
Budiman menegaskan, pembangunan Indonesia ke depan tidak cukup hanya berbicara tentang pertumbuhan dan kemajuan. Masyarakat yang masih tertinggal juga harus mendapat kesempatan untuk ikut bergerak maju.

“Kita tidak sekadar akan take off, tetapi juga harus memastikan mereka yang masih tertinggal di landasan bisa ikut bergerak maju,” katanya.

Karena itu, Budiman menekankan pentingnya prinsip nobody should be left behind dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal di landasan,” tegasnya.

Menurut Budiman, pengentasan kemiskinan juga tidak bisa hanya mengandalkan pemberian bantuan. Tata kelola, administrasi, perlindungan sosial, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan.

“Kami akan bekerja keras untuk memastikan dapur masyarakat tetap mengepul, tata kelola dan administrasi berjalan, perlindungan sosial bagi masyarakat miskin berjalan, serta pendidikan anak-anak dari keluarga miskin terus mendapatkan perhatian,” tuturnya.

Bertemu Masyarakat hingga Alim Ulama
Kunjungan ke Bangkalan menjadi bagian dari upaya Budiman melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Ia mengaku bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari orang tua, anak yatim, pekerja koperasi, masyarakat desa, hingga para alim ulama.
Menurutnya, pertemuan langsung dengan berbagai kelompok masyarakat penting agar agenda pengentasan kemiskinan tidak hanya dilihat dari sisi administrasi, tetapi juga berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.

“Semua itu bagian dari upaya untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat dan memastikan mereka tidak tertinggal dalam proses pembangunan,” pungkasnya. (din). 

 

Editor : Hikmah/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *