Berita Pemerintahan

Penyaluran Dana Rolingan Anak Yatim Di Desa Gempol

Penyaluran dana rolingan anak yatim Desa Gempol oleh FKGP mencapai Rp28,3 juta untuk 81 anak, dengan sisa anggaran menunggu verifikasi data susulan.

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM

​Penyaluran Dana Rolingan anak yatim di Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mulai berjalan secara bertahap kepada warga yang berhak melalui pengurus Forum Komunikasi Gempol Peduli (FKGP). Hingga Senin, 26 Oktober 2026, pihak pengurus sukses menyalurkan bantuan kepada 81 anak yatim berdasarkan data mutakhir yang dihimpun melalui masing-masing RW di wilayah Desa Gempol.

​Kegiatan distribusi ini menindaklanjuti kesepakatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang terlaksana pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kesepakatan tersebut mengoptimalkan tata kelola dana bantuan agar proses pendataan hingga mekanisme pembagian berlangsung transparan dan tepat sasaran bagi yang membutuhkan.

​Para pengurus FKGP langsung bergerak cepat mengelola dana bantuan yang bersumber dari dana bergilir PT JAI setelah menerima mandat resmi dari musyawarah. Mereka mendistribusikan bantuan lewat setiap ketua RW dengan menggunakan basis data anak yatim di lingkungan setempat agar jangkauan penerima semakin merata di setiap dusun.

​Salah satu pengurus FKGP, Huma, memaparkan bahwa sebanyak 81 anak yatim telah menerima hak mereka hingga hari Senin. Setiap anak yatim memperoleh dana tunai sebesar Rp350.000, sehingga total dana yang tersalurkan sejauh ini mencapai Rp28.350.000 dari total keseluruhan dana Rp31.500.000.
​“Kalau ada data susulan bisa ditambahkan,” ujar Huma sewaktu memberikan keterangan kepada awak media pada Senin, 26 Oktober 2026, menegaskan fleksibilitas pendataan agar tidak ada anak yang terlewat.

​Ketua Forum Komunikasi Gempol Peduli (FKGP), Buchori, memimpin langsung penyerahan bantuan didampingi jajarannya ke tiap-tiap RW untuk memastikan akuntabilitas. Langkah transparansi ini juga didokumentasikan secara terbuka melalui rekaman video saat penyerahan tanda terima kepada perwakilan warga.

​Sejumlah ketua RW menyambut baik kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Bakir selaku ketua RW 03 Dusun Gempol Kota menyatakan rasa syukurnya atas pencairan dana rolingan dari PT JAI yang sempat tertunda selama dua tahun.

Warga Dusun Patuk melalui perwakilan RW 08 turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada FKGP, meski mereka juga melaporkan adanya kendala teknis terkait sisa dana sebesar Rp10 juta yang masih dipegang pihak lurah dan memohon bantuan FKGP untuk menyelesaikannya.

​Di sisi lain, ketua RW 12 Dusun Gempol Joyo, Muhammad Farid Firmansyah selaku ketua RW 04 Dusun Tanjung, serta Muhammad Harisun atau Haris selaku ketua RW 05 Dusun Tanjung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Mereka berharap bantuan tersebut mampu meringankan biaya pendidikan anak yatim dan membawa keberkahan bagi masa depan anak-anak di wilayah mereka.

​Menanggapi sisa anggaran dari total dana Musdesus sebesar Rp31.500.000, pengurus mencatat masih ada sisa dana senilai Rp3.150.000 dari total yang sudah didistribusikan. Pihak FKGP menegaskan bahwa sisa dana tersebut siap dibagikan kembali setelah verifikasi data susulan anak yatim rampung secara akurat.

​Huma menegaskan kembali komitmen lembaganya dalam merampungkan seluruh proses distribusi secara adil dan akuntabel. “Masih sisa Rp3.150.000. Hal ini nanti akan dibagikan kembali, menunggu data susulan anak yatim,” pungkasnya menutup keterangan resmi kepada media.

​Keberhasilan penyaluran dana rolingan ini tidak hanya menjadi angin segar bagi pemenuhan hak-hak anak yatim di Desa Gempol, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan transparansi antarwarga. Dengan sinergi yang kuat antara FKGP, pengurus RW, dan masyarakat luas, masa depan anak-anak yatim diharapkan menjadi lebih terjamin serta mendatangkan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan sosial di Kabupaten Pasuruan.

Jurnalis: Syafi’i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *