(Foto : Istimewa)
SETAJAMPENA.com, Bangkok – Wilayah ibu kota Thailand, Bangkok, saat ini tengah menghadapi musibah banjir rob dan genangan berskala besar akibat guyuran hujan lebat tanpa henti. Sebagai respons atas situasi darurat tersebut, pihak berwenang resmi memberlakukan status siaga bencana yang mencakup seluruh dari 50 distrik di kawasan metropolitan tersebut.
Berdasarkan laporan kantor berita AFP pada Sabtu (26/9/2026), langkah darurat itu diambil usai Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, mengonfirmasi bahwa akumulasi curah hujan telah menyentuh angka hampir 300 milimeter sejak hari Kamis (24/9) lalu.
Pemberlakuan status bencana ini memberikan keleluasaan serta kewenangan penuh bagi instansi dan lembaga setempat guna mengerahkan langkah penanganan darurat secara cepat di lapangan.
Intensitas hujan yang turun secara konstan sejak Kamis sore waktu setempat dilaporkan telah melumpuhkan aktivitas warga. Air menggenangi berbagai ruas jalan protokol serta menyebabkan volume air di jaringan kanal kota meluap hingga merendam permukiman penduduk, warung, serta tempat usaha di sekitarnya.

Salah seorang warga sekaligus pedagang berusia 67 tahun yang bermukim di dekat saluran air kawasan utara pusat kota, Somkid Pheuk-ngam, menuturkan betapa sulitnya situasi yang ia hadapi.
“Air terus masuk. Sulit untuk keluar rumah sekarang. Ketinggian air sudah mencapai pinggang saya,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan bahwa ia terpaksa menutup tempat usahanya karena akses yang lumpuh total. “Saya tidak bisa pergi ke mana-mana. Saya sudah menutup toko selama dua hari ini,” ucapnya, sembari membandingkan bahwa parahnya bencana kali ini bahkan melebihi banjir besar yang melanda pada tahun 2011 silam.
Melalui siaran di platform media sosial resminya, Gubernur Sittipunt menjelaskan bahwa sektor timur ibu kota menjadi zona yang paling parah terdampak genangan. Ia sekaligus melontarkan peringatan dini mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut.

“Hujan terus mengguyur dan kami berupaya semaksimal mungkin. Kami berusaha memompa air keluar, tetapi kanal-kanal sudah penuh,” kata Sittipunt.
“Area-area yang berisiko adalah kawasan di dekat kanal. Setiap kanal saat ini sudah penuh,” lanjutnya, menyerukan kepada masyarakat agar segera mengevakuasi kendaraan pribadi ke dataran yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, Gubernur juga memberikan instruksi khusus bagi warga rentan, khususnya pasien yang memerlukan alat penunjang medis di rumah, untuk mempertimbangkan evakuasi sementara ke fasilitas kesehatan terdekat demi keselamatan.
Sebagai catatan sejarah, Thailand sempat mengalami bencana banjir kolosal pada tahun 2011 yang merenggut nyawa lebih dari 500 jiwa serta menyebabkan kerusakan parah pada jutaan unit tempat tinggal di berbagai wilayah. net, aud
