Berita Global

Brimob Sulteng Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa Buol

SULTENG, SETAJAMPENA.COM
Brimob Sulteng memberikan dukungan pemulihan trauma bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penanganan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Komandan Kompi (Danki) 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah, AKP Suharyono, mengatakan pemulihan psikologis anak-anak merupakan aspek penting yang harus berjalan seiring dengan proses tanggap darurat. Menurutnya, trauma akibat bencana dapat memengaruhi tumbuh kembang anak apabila tidak segera ditangani melalui pendampingan yang tepat.

AKP Suharyono menjelaskan kegiatan trauma healing dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis dan menyenangkan. Personel Brimob mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas interaktif, permainan edukatif, serta memberikan motivasi agar mereka kembali merasa aman dan nyaman setelah mengalami gempa.

“Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma setelah bencana. Melalui kegiatan trauma healing ini kami berharap mereka dapat kembali ceria, berani beraktivitas, dan perlahan melupakan rasa takut akibat gempa yang terjadi,” ujar Suharyono di Buol, Minggu (19/7/2026).

Ia menegaskan kehadiran personel Brimob di lokasi bencana tidak hanya bertujuan membantu proses penanganan secara fisik. Kehadiran aparat juga diharapkan mampu memberikan dukungan moral, rasa aman, serta semangat baru bagi masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana.

Selain memberikan layanan trauma healing, personel SAR Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah tetap menjalankan tugas kemanusiaan lainnya. Tim terus membantu proses evakuasi sekaligus membersihkan material bangunan yang rusak akibat gempa bumi di sejumlah titik terdampak.

Suharyono berharap kegiatan pemulihan trauma dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga dampak psikologis yang dialami para penyintas, khususnya anak-anak, dapat berangsur pulih. Dengan kondisi mental yang semakin baik, anak-anak diharapkan mampu kembali menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk belajar dan bermain bersama teman-teman mereka.

Ia juga menekankan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh. Pemulihan infrastruktur memang penting, namun pemulihan psikososial masyarakat tidak kalah mendesak karena berpengaruh terhadap proses pemulihan jangka panjang.

Trauma healing menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Pendekatan ini membantu mengurangi rasa takut, kecemasan, dan tekanan emosional yang dialami anak-anak setelah menghadapi situasi darurat.
Melalui sinergi antara proses evakuasi, pembersihan wilayah terdampak, serta pendampingan psikologis, Satbrimob Polda Sulawesi Tengah berupaya mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di Kabupaten Buol.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan rasa percaya diri anak-anak dan memperkuat semangat warga untuk bangkit bersama setelah bencana, sekaligus menegaskan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya membangun kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga memulihkan harapan masyarakat.(Hum/syf/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *