Berita Pendidikan & Budaya

Dengan Swadaya Murni Warga Jurangpelen Tegalan, Gelar Tradisi Ruwah Dusun hingga Turonggo Seto

Pasuruan, setajampena.com
Semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Dusun Jurangpelen Tegalan, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kembali terlihat dalam penyelenggaraan tradisi tahunan Ruwah Dusun yang dirangkai dengan Pawai Ancak, Ojung, hingga pentas seni Turonggo Seto. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut terlaksana murni dari hasil swadaya masyarakat.

Untuk menyukseskan agenda tahunan itu, warga dari tiga RT bersepakat mengumpulkan iuran sebesar Rp35 juta per RT. Dana tersebut dikelola secara bersama untuk membiayai berbagai kegiatan selama satu tahun.

Oplus_16908288

Rangkaian kegiatan dimulai pada 1 Agustus 2026 dengan pelaksanaan Ruwah Dusun. Tradisi turun-temurun ini menjadi momentum masyarakat untuk mengirim doa kepada para leluhur, mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan keselamatan warga, sekaligus menyambut bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, warga menggelar tahlil dan pembacaan Surah Yasin, diikuti kenduri serta doa bersama bagi para pendiri dusun dan leluhur. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan antarwarga.

Memasuki hari kedua, Minggu (2/8/2026), masyarakat menggelar Pawai Ancak, yakni arak-arakan gunungan berisi hasil bumi dan aneka makanan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan.
Setelah diarak keliling dusun, gunungan ancak dibawa ke balai dusun dan menjadi ajang rebutan warga. Masyarakat meyakini isi ancak membawa keberkahan sehingga setiap orang berusaha memperoleh bagiannya.
“Tiap tahun kita lakukan tradisi ini, pawai ancak, yang nantinya menjadi ajang rebutan. Warga percaya bahwa mendapatkan bagian dari ancak akan mendatangkan kebaikan atau keberkahan bagi diri dan keluarga,” ujar Haji Tuin.

Usai Pawai Ancak yang diiringi hiburan sound horeg, kegiatan dilanjutkan dengan Ojung, yakni seni ketangkasan tradisional berupa adu pukul menggunakan rotan. Pada malam harinya, masyarakat disuguhi pertunjukan Turonggo Seto, kesenian tradisional kuda kepang atau jaranan yang menjadi puncak acara.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang berlangsung selama dua hari, mulai 1 hingga 2 Agustus 2026.
“Acara ini mulai dari kirim doa, Ruwah Dusun, Pawai Ancak, Ojung, dan puncaknya Turonggo Seto. Semuanya murni hasil swadaya masyarakat dari warga tiga RT di Dusun Jurangpelen,” ungkap Haji Tuin kepada awak media, Minggu (2/8/2026).

Meski iuran dikumpulkan dan dikelola selama satu tahun, antusiasme masyarakat tidak pernah surut. Tradisi yang terus dilestarikan ini menjadi bukti kuatnya nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat Dusun Jurangpelen Tegalan.
Editor Syafi’i/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *