Camat Gempol Hadi Mulyono mengajak berbagai perguruan pencak silat dan bela diri melakukan kerja bakti membersihkan Alun-Alun Apolo untuk memperkuat kerukunan dan kepedulian sosial.
PASURUAN, SETAJAMPENA.CON
Camat Gempol mengajak sejumlah perguruan pencak silat dan bela diri melakukan kerja bakti membersihkan Alun-Alun Apolo di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus upaya mempererat hubungan antarpaguyuban bela diri di wilayah setempat.
Kerja bakti melibatkan anggota dari beberapa perguruan, di antaranya PSHT, Cimande, dan Taekwondo. Mereka bersama-sama membersihkan area alun-alun apolo serta merawat fasilitas publik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Camat Gempol Hadi Mulyono, kegiatan ini sengaja digagas untuk menunjukkan bahwa komunitas pencak silat dan bela diri tidak hanya identik dengan latihan maupun pertandingan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Hadi Mulyono mengatakan, kerja bakti tersebut bertujuan mengikis stigma negatif yang selama ini melekat terhadap sebagian perguruan silat. Ia ingin masyarakat melihat bahwa para pesilat mampu bersatu dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.
“Tujuan kegiatan ini selain mengisi dan memperingati HUT RI, sekaligus menunjukkan kepedulian perguruan bela diri yang ada di Kecamatan Gempol. Biar bisa mengikis imej selama ini bahwa orang silat hanya identik dengan tarung saja,” ujarnya.
Ia menegaskan, kekompakan para peserta menjadi bukti bahwa berbagai perguruan di Kecamatan Gempol dapat menjaga persaudaraan dan bekerja sama dalam merawat fasilitas umum.
“Kita tunjukkan bahwa di Kecamatan Gempol para perguruan persilatan bisa bersatu, kompak, dan selalu menjaga kerukunan. Salah satunya dibuktikan dengan bersama-sama membersihkan Alun-Alun Apolo,” katanya.
Hadi Mulyono menjelaskan kegiatan serupa tidak akan berhenti pada momentum HUT RI tahun ini. Pemerintah Kecamatan Gempol berencana menggelar kegiatan bersama secara berkala dengan melibatkan lebih banyak perguruan pencak silat maupun komunitas bela diri lainnya.
Menurutnya, pertemuan dalam kegiatan sosial seperti ini menjadi sarana untuk saling mengenal sehingga dapat mengurangi potensi kesalahpahaman antarpaguyuban.
“Dengan berkumpulnya berbagai perguruan di sini, mereka akhirnya saling kenal. Ternyata mereka juga akrab. Bahkan ada yang satu sekolah atau bertetangga. Selama ini mungkin ada anggapan antarperguruan sering bermusuhan, padahal kenyataannya mereka bisa kompak,” tutur Hadi.
Ia berharap komunikasi yang terus terjalin mampu memperkuat persaudaraan sekaligus menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Gempol.
Selain menjabat sebagai Camat Gempol, Hadi Mulyono juga merupakan Ketua Harian IPSI Kabupaten Pasuruan. Ia berharap seluruh perguruan silat dapat berperan aktif menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan masyarakat.
Ke depan, ia berencana menggelar apel bersama seluruh perguruan silat sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas wilayah sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota.
“Saya berharap seluruh perguruan tetap menjaga kerukunan, kekompakan, dan ikut bertanggung jawab terhadap keamanan serta ketertiban di wilayah Gempol. Ke depan saya ingin mengadakan apel bersama untuk memperkuat komitmen menjaga keamanan dan kerukunan antarperguruan,” pungkas Hadi Mulyono.
Melalui kegiatan gotong royong tersebut, Pemerintah Kecamatan Gempol berharap semangat kebersamaan yang dibangun antarpaguyuban bela diri tidak hanya mempercantik fasilitas publik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat persatuan, mencegah konflik, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis di Kecamatan Gempol.
Editor Syafi’i/red
