Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan penataan Kawasan Bundaran Apollo di Gempol tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga menyiapkan solusi dan relokasi yang layak bagi para PKL.
PASURUAN. SETAJAMPENA.COM
Fokus Penataan Kawasan Bundaran Apollo di Kecamatan Gempol terus diperkuat melalui sinergi antara DPRD Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Penataan kawasan yang menjadi salah satu pintu gerbang utama menuju Kabupaten Pasuruan itu tidak hanya diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman, tetapi juga memastikan keberlangsungan ekonomi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini mencari nafkah di lokasi tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menegaskan bahwa pihak legislatif mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam melakukan pembenahan kawasan Apollo. Menurutnya, penataan harus berjalan beriringan dengan penyediaan solusi yang adil bagi masyarakat, khususnya para pedagang kecil.
Ia menyampaikan bahwa kawasan Bundaran Apollo memiliki peran strategis sebagai wajah Kabupaten Pasuruan dari arah barat. Karena itu, kawasan tersebut perlu ditata secara menyeluruh agar memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.
Penataan Dilakukan Secara Bertahap
Proses penataan diawali dengan gerakan bersih-bersih yang melibatkan berbagai unsur. Kegiatan tersebut diikuti anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Muspika Kecamatan Gempol, organisasi masyarakat, perangkat desa, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.
Setelah kegiatan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan melanjutkan penataan sesuai kewenangan masing-masing. Langkah yang dilakukan meliputi pembinaan terhadap aktivitas di kawasan, pengaturan lalu lintas, hingga penataan ruang bagi para pedagang.
Samsul Hidayat mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penataan kawasan publik yang selama ini dikenal padat aktivitas.
“Penataan ini tidak hanya berbicara terkait estetika dan ketertiban. Ada hal terkait nasib para PKL yang juga perlu kita berikan solusi terbaik,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (3/8/2026).
Ketua DPRD menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama DPRD tengah mengkaji sejumlah alternatif penataan dan relokasi bagi para PKL. Langkah itu bertujuan agar para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya tanpa mengganggu fungsi kawasan sebagai simpul lalu lintas dan pintu masuk Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, relokasi harus mempertimbangkan aspek kelayakan lokasi, akses pembeli, serta keberlangsungan pendapatan para pedagang. Pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan penataan tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi yang merugikan masyarakat kecil.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kawasan tidak hanya mengejar keindahan visual, tetapi juga mengedepankan keseimbangan antara kepentingan publik dan perlindungan terhadap pelaku usaha mikro.
Dampak Penataan Sudah Terlihat
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, perubahan mulai terlihat setelah pelaksanaan penataan secara kolaboratif. Kawasan Bundaran Apollo kini tampak lebih bersih dibandingkan sebelumnya, sementara kendaraan yang dahulu kerap parkir di bahu jalan sudah tidak lagi terlihat setelah dipasang pembatas berupa barikade beton.
Kondisi tersebut turut membantu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan memberikan ruang yang lebih aman bagi pengguna jalan. Penataan juga menciptakan lingkungan yang lebih tertib sehingga kawasan terlihat lebih representatif sebagai gerbang Kabupaten Pasuruan.
Meski demikian, upaya pembenahan dinilai masih memerlukan langkah lanjutan secara lebih masif. Pemerintah Kabupaten Pasuruan diharapkan terus melibatkan berbagai pihak, mulai dari kalangan pengusaha, aparat kepolisian, hingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa–Bali agar penataan berlangsung berkelanjutan.
DPRD Kabupaten Pasuruan memastikan akan terus mengawal proses penataan bersama Bupati dan seluruh perangkat daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang tidak hanya mempercantik kawasan Bundaran Apollo, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup di sekitarnya.
Dengan pendekatan kolaboratif, Bundaran Apollo diharapkan berkembang menjadi kawasan yang bersih, tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Di saat yang sama, solusi yang tepat bagi para PKL menjadi bagian penting agar pembangunan menghadirkan manfaat yang seimbang antara kepentingan tata ruang dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan penataan kawasan ini diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan yang berorientasi pada kepentingan publik dapat berjalan selaras dengan perlindungan terhadap ekonomi kerakyatan.
Editor Syafi’i/red
