Kejapanan Carnival 2026 di Gempol berlangsung aman dan lancar dengan 17 tim teatrikal dari 12 dusun tanpa dominasi sound horeg.
Jika ingin, saya juga bisa.

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
— Kejapanan Carnival 2026 di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, berlangsung aman dan lancar, Minggu (27/9/2026). Kegiatan bertema “Pesona Budaya Kejapanan” tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, karena mengedepankan pertunjukan budaya dan kreativitas masyarakat tanpa dominasi penggunaan sound horeg.
Samsul hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus memberikan apresiasi terhadap konsep karnaval yang mengutamakan seni pertunjukan. Menurutnya, konsep itu memberikan ruang kepada peserta untuk menampilkan kreativitas melalui teatrikal budaya dari masing-masing wilayah.
“Pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Pasuruan memberikan apresiasi yang luar biasa atas penyelenggaraan Kejapanan Carnival 2026,” ujar Samsul.
Kejapanan Carnival 2026 diikuti 17 tim pertunjukan teatrikal yang berasal dari 12 dusun di Desa Kejapanan. Para peserta menampilkan berbagai pertunjukan bertema budaya daerah sebagai bagian utama dari karnaval.
Kegiatan tersebut tidak mengandalkan persaingan volume suara. Sebaliknya, peserta mengembangkan kreativitas melalui konsep teatrikal yang melibatkan masyarakat, termasuk anak-anak.
Samsul menilai konsep tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan kegiatan serupa di sejumlah desa lainnya. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga ruang bagi seni tradisi sekaligus mendorong generasi muda mengenal budaya lokal.
“Kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk menampilkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya lokal,” katanya.
Selain menjadi ruang ekspresi seni, Kejapanan Carnival juga memperkuat interaksi dan kebersamaan antarwarga. Keterlibatan 12 dusun dalam satu kegiatan membuat masyarakat memiliki ruang bersama untuk mempersiapkan dan menampilkan karya masing-masing.
Samsul berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan Desa Kejapanan. Ia juga berharap pelaksanaannya mampu memperkuat semangat gotong royong, kekompakan, dan persatuan warga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kekompakan, kebersamaan, dan persatuan warga Desa Kejapanan dapat terus terwujud,” ujar Samsul.
Dalam kesempatan tersebut, Samsul juga menyampaikan permintaan maaf karena dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Kejapanan Carnival tahun ini belum maksimal. Ia memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan lebih besar pada penyelenggaraan tahun berikutnya.
“Kami mohon maaf karena tahun ini belum bisa memberikan dukungan secara maksimal. Insyaallah, untuk penyelenggaraan tahun depan, kami akan memberikan dukungan penuh,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kejapanan Randi Saputra menekankan bahwa inti kegiatan bukan sekadar mencari pemenang. Menurutnya, karnaval menjadi sarana mempererat kebersamaan, menjaga kerukunan, serta menciptakan suasana yang menyenangkan bagi seluruh peserta.
Randi juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai alasan untuk kecewa berlebihan maupun memicu perselisihan. Ia menilai semangat kegiatan harus tetap berkaca pada perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Para pahlawan dahulu berjuang melawan penjajah negara lain, bukan untuk saling berselisih di antara sesama,” ujar Randi.
Pesan tersebut menjadi penutup penting dalam pelaksanaan Kejapanan Carnival 2026. Di tengah kemeriahan pertunjukan, kegiatan itu tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan, kreativitas, dan persatuan masyarakat Desa Kejapanan.
Penulis/ editor: Syafi’i red
