Foto : Anggota Linmas Desa Putat sedang Latihan. SP/MENDUNG
SETAJAMPENA.com, Sidoarjo – Desa Putat yang berada di wilayah Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, baru saja melaksanakan kegiatan penting bagi keamanan dan ketertiban lingkungan. Kegiatan tersebut berupa pelatihan peningkatan kapasitas bagi para anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Acara ini dirancang untuk membekali para petugas lapangan agar lebih sigap menghadapi situasi darurat di tengah warga.
Pelaksanaan kegiatan ini mengambil tempat di Balai Desa Putat pada hari Rabu, (4/11/2026). Suasana pagi itu tampak hidup dengan kehadiran puluhan peserta yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Para anggota Satlinmas tampak hadir mengenakan seragam lengkap dengan penuh semangat kedisiplinan.

Kepala Desa Putat, H. Slamet Urip, SH., M.M., memimpin langsung jalannya kegiatan pembukaan tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif Satlinmas sebagai garda terdepan di tingkat desa. Kehadiran kepala desa memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta yang hadir di lokasi.
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini tercatat sebanyak 50 orang anggota Satlinmas Desa Putat. Mereka dikumpulkan untuk menerima berbagai materi teknis maupun praktik langsung di lapangan. Jumlah tersebut dinilai sangat ideal untuk mencakup perwakilan dari tiap RT dan RW di desa setempat.
Adapun fokus utama dari pelatihan ini adalah penanganan bahaya kebakaran serta teknik pemberian pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Dua materi ini dipilih karena dinilai sangat krusial mengingat potensi kerawanan yang sering terjadi di lingkungan permukiman padat penduduk.
Untuk memastikan materi tersampaikan dengan baik, pihak desa mendatangkan narasumber berkompeten dari instansi terkait. Narasumber pertama berasal dari jajaran Polisi Pamong Praja bagian Mako Kabupaten Sidoarjo. Mereka memberikan pembekalan taktis mengenai penanggulangan awal musibah kebakaran.

Selain dari pihak Polisi Pamong Praja, panitia juga menghadirkan pemateri profesional dari Palang Merah Indonesia (PMI). Kehadiran tenaga ahli dari PMI ini sangat membantu peserta dalam memahami prosedur medis darurat dasar. Mereka mengajarkan cara menangani korban kecelakaan secara benar sebelum mendapatkan bantuan medis lanjutan.
Selama sesi materi berlangsung, para peserta tampak menyimak dengan seksama setiap penjelasan yang diberikan oleh narasumber. Beberapa anggota bahkan aktif bertanya mengenai kendala teknis yang kerap mereka temui di lapangan. Interaksi dua arah ini membuat suasana pelatihan menjadi lebih interaktif dan hidup.

Tidak hanya teori di dalam ruangan, para anggota Satlinmas juga diajak untuk melihat langsung simulasi penanganan darurat. Perlengkapan seperti manekin medis dan alat pemadam tampak disiapkan di lokasi kegiatan. Hal ini bertujuan agar anggota benar-benar paham secara praktis, bukan sekadar tahu secara teori.
H. Slamet Urip, SH., M.M., berharap ilmu yang didapat dari pelatihan ini bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Beliau berpesan agar para anggota Satlinmas senantiasa siap siaga membantu warga yang membutuhkan pertolongan mendesak. Kesiapsiagaan ini diyakini mampu meminimalisir risiko fatalitas saat terjadi musibah.

Kegiatan pelatihan ini ditutup dengan sesi evaluasi singkat serta dokumentasi bersama seluruh peserta dan narasumber. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan berarti dari awal hingga akhir. Para peserta bubar dengan membawa tambahan wawasan baru yang sangat berguna untuk tugas pengabdian mereka. (Kan/Dung).
Editor : Audi/red
