Berita Warna Warni

Ruwah Dusun Legupit Awali Tradisi dengan Ziarah Leluhur

Ruwah Dusun Legupit 2026 di Karangrejo, Gempol, diawali ziarah leluhur dan dilanjutkan doa bersama, wayang kulit, pengajian, serta Karnaval Budaya.

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM

— Ruwah Dusun Legupit di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, resmi dimulai Jumat (2/10/2026). Mengusung tema “Legupit Nyawiji Dadi Siji”, rangkaian tradisi tahunan tersebut diawali dengan ziarah ke makam leluhur dan tokoh yang memiliki kaitan dengan sejarah berdirinya Dusun Legupit.

Ziarah berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Warga bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta panitia Ruwat Dusun mendatangi sejumlah pesarean yang menjadi bagian penting dari sejarah dan kehidupan masyarakat setempat.

Warga terlebih dahulu berziarah ke makam Mbah Sariwijoyo dan Mbah Sariwati, yang dikenal sebagai babat alas Dusun Legupit.

Rangkaian ziarah kemudian berlanjut ke makam KH. Amar Muslich, tokoh agama setempat yang jasa dan keteladanannya masih dikenang masyarakat.

Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan ziarah. Warga mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus sarana doa bersama untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Dusun Legupit.

Tradisi tersebut juga menjadi momentum bagi warga untuk kembali mengingat sejarah asal-usul dusun. Nilai kebersamaan terlihat dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan yang berlangsung secara gotong royong tersebut.

Kasun Legupit mengatakan, Ruwat Dusun tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memiliki pesan sosial dan budaya bagi generasi berikutnya.
“Harapannya, melalui kegiatan Ruwat Dusun ini, masyarakat Dusun Legupit bisa tetap guyup rukun, senantiasa mengingat sejarah, dan tidak lupa akan asal-usul keberadaan dusun yang kita cintai bersama,” ujar Kasun Legupit kepada awak media.

Setelah ziarah, rangkaian Ruwah Dusun Legupit akan berlanjut pada Sabtu (3/10/2026). Panitia menjadwalkan doa bersama mulai pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit dan campursari bersama Ki Dalang Slamet Dharmawa.

Pagelaran wayang kulit dan campursari tersebut terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 13.00 WIB, sedangkan sesi kedua dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Pada Minggu (4/10/2026), masyarakat akan mengikuti Pengajian Umum mulai pukul 19.30 WIB. Panitia menghadirkan Kiyai Karak Pasuruan sebagai penceramah dalam kegiatan keagamaan tersebut.

Rangkaian tradisi kemudian berlanjut pada Jumat (9/10/2026) dengan pelaksanaan gladi bersih Karnaval Budaya. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB.

Puncak acara berlangsung Sabtu (10/10/2026) melalui Karnaval Budaya yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya masyarakat mempertahankan tradisi sekaligus memperkuat interaksi sosial antarwarga.

Pemerintah dusun bersama panitia mengajak warga dan masyarakat luas untuk hadir serta ikut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Pelaksanaan Ruwat Dusun Legupit menunjukkan bahwa tradisi lokal tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, mengenang sejarah, dan menjaga semangat gotong royong. Tema “Legupit Nyawiji Dadi Siji” menjadi pesan utama agar keberagaman warga tetap berpijak pada kebersamaan dan kerukunan.

Penulis/editor: Syafi’i/ red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *