Berita Pendidikan & Budaya

Ruwah Dusun Legupit ke-59 Hadirkan Mobil Siaga Warga

Ruwah Dusun Legupit ke-59 di Karangrejo Gempol berlanjut dengan doa bersama, peresmian mobil siaga, wayang kulit, dan rencana fasilitas pendidikan.

PASURUAN, SETAJAMPENA COM
Ruwah Dusun Legupit ke-59 di Dusun Legupit, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, berlanjut pada Sabtu (3/10/2026). Rangkaian kegiatan tersebut diisi arak-arakan ancak, doa bersama atau istighosah, serta peresmian mobil siaga yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat Dusun Legupit.

Kepala Dusun Legupit, Achmad Nur Muzakky, menyampaikan bahwa tradisi Ruwah Dusun tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-59. Menurutnya, tradisi tersebut diteruskan dari para sesepuh dan menjadi bagian dari kegiatan kebersamaan masyarakat setempat.

“Ruwah Dusun Legupit merupakan yang ke-59 kalinya. Niki kula dugi tiyang-tiyang sepuh niku, yang diperingati,” ujar Muzakky dalam sambutannya di hadapan warga, Sabtu pagi.

Muzakky mengapresiasi masyarakat, panitia, perangkat dusun, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan Ruwah Dusun 2026. Dukungan tersebut, kata dia, berupa tenaga, pikiran, maupun materi.

Pada kesempatan itu, masyarakat juga meresmikan mobil siaga Dusun Legupit. Kendaraan tersebut disiapkan untuk membantu kebutuhan warga, terutama dalam menunjang pelayanan sosial dan keperluan masyarakat di tingkat dusun.
“Ini masih langkah kecil. Insyaallah semangat panjenengan semuanya yang hadir di majelis ini penuh barokah,” katanya.

Ia berharap keberadaan mobil siaga menjadi salah satu bentuk nyata gotong royong masyarakat. Muzakky juga mengajak seluruh elemen masyarakat mempertahankan semangat kebersamaan agar berbagai program dusun dapat berjalan secara bertahap.

Selain mobil siaga, Muzakky menyampaikan rencana jangka menengah Dusun Legupit untuk menyediakan lahan fasilitas pendidikan. Ia menyebut target tersebut diarahkan untuk mendukung keberadaan kelompok bermain, TK, dan PAUD di wilayah dusun.

Menurut Muzakky, kebutuhan fasilitas pendidikan menjadi salah satu perhatian karena perkembangan peserta didik di lingkungan sekolah dasar sekitar juga perlu mendapat dukungan.

Ia berharap potensi sumber daya manusia warga, termasuk pemuda yang memiliki latar belakang pendidikan perguruan tinggi, dapat ikut mendukung rencana tersebut.
“Saya masih punya keinginan yang sangat besar. Mungkin tiga atau lima tahun yang akan datang, kita ingin membebaskan lahan untuk fasilitas pendidikan, kelompok bermain, TK dan PAUD,” ujarnya.

Ia meminta dukungan tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat dusun, serta seluruh warga untuk mewujudkan rencana tersebut secara bertahap. Muzakky menekankan pentingnya kebersamaan dan gerak bersama dalam mencapai tujuan pembangunan Dusun Legupit.

Dalam sambutannya, Muzakky turut memaparkan sejumlah pembangunan yang telah dilakukan masyarakat. Salah satunya pembangunan gorong-gorong di kawasan timur Apollo yang sebelumnya kerap mengalami persoalan genangan saat hujan.

Menurut dia, usulan penanganan persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi. Karena belum terealisasi, masyarakat kemudian berinisiatif menangani persoalan tersebut melalui dukungan anggaran dan gotong royong di tingkat dusun.

Perbaikan juga dilakukan di kawasan makam. Muzakky menyebut proses pengurukan lahan makam baru hampir seluruhnya selesai. Akses jalan menuju makam juga telah dipaving sehingga diharapkan lebih mudah dilalui warga, termasuk ketika musim hujan.
“Kalau misalnya ada orang meninggal, posisinya musim hujan, tidak becek. Insyaallah aman,” katanya.

Rangkaian Ruwah Dusun Legupit juga menjadi momentum doa bersama. Muzakky mengajak masyarakat mendoakan kesehatan, kelancaran rezeki, serta keselamatan seluruh warga dari berbagai marabahaya.
“Mugi-mugi kesempatan baik niki, niatan kita warga Legupit untuk ke depan mudah-mudahan selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki, dan juga dijaga dari marabahaya,” ujar Muzakky.

Doa tersebut juga ditujukan bagi sanak saudara dan anak-anak warga Legupit yang sedang merantau atau bekerja di luar daerah. Warga berharap mereka selalu mendapat perlindungan, dimudahkan dalam mencari rezeki, serta tetap istiqamah dalam menjalankan kebaikan.

Setelah agenda doa bersama dan peresmian mobil siaga, rangkaian Ruwah Dusun Legupit dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dan campursari bersama Ki Dalang Slamet Dharmawa. Agenda berikutnya mencakup pengajian pada Minggu (4/10/2026), kemudian dilanjutkan karnaval budaya pada pekan berikutnya.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat gotong royong dan menyampaikan arah pembangunan dusun. Bagi Muzakky, mobil siaga dan rencana fasilitas pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar bersama yang membutuhkan dukungan warga secara berkelanjutan.

Penulis /editor: Syafi’i/red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *