Berita Pendidikan & Budaya

Temuan Struktur Bata Kuno Wonosari Diduga Situs Bersejarah 

Tim investigasi setajampena.com menemukan struktur bata kuno dan fragmen batu andesit di Dusun Jelumbang, Desa Wonosari, Gempol, Pasuruan. Temuan diduga bagian dari situs bersejarah yang masih menunggu kajian arkeologi.

Oplus_16908288

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM

Temuan Struktur bata kuno di Dusun Jelumbang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menarik perhatian setelah tim investigasi setajampena.com melakukan penelusuran di kawasan Punden Kramat Lamdaur, Jumat (7/8/2026). Di lokasi tersebut, tim menemukan susunan batu bata merah berukuran besar yang diduga merupakan bagian dari struktur bangunan kuno.

Penelusuran awal dilakukan berdasarkan informasi dari sejumlah petani setempat yang selama bertahun-tahun menemukan bata merah dan batu-batu berukuran besar saat mengolah lahan pertanian. Temuan itu kemudian mengarahkan tim investigasi menuju kawasan punden yang berada di sudut area persawahan Dusun Jelumbang.

Saat tiba di lokasi, dugaan awal bahwa kawasan tersebut merupakan makam tua berubah setelah tim menemukan fragmen batu andesit yang memiliki bentuk dan pengerjaan khas bangunan masa klasik. Batu berwarna abu-abu itu memperlihatkan profil berbentuk siku yang rapi, sehingga diduga merupakan komponen arsitektur bangunan kuno.
Berdasarkan pengamatan visual di lapangan, batu andesit tersebut memiliki karakteristik yang umum digunakan sebagai material utama pembangunan candi di Jawa Timur. Bentuknya menunjukkan adanya takikan yang diduga berfungsi sebagai balok pengunci dinding, bingkai pintu, pelipit bangunan, maupun bagian dari saluran air pada struktur kuno.

Selain fragmen batu andesit, di lokasi juga terlihat tumpukan batu bata merah berukuran besar yang masih membentuk susunan memanjang. Warga setempat menyebut struktur bata tersebut tersebar di lahan persawahan dengan luas sekitar tiga hektare.

Atas petunjuk para petani, tim investigasi melihat secara langsung susunan bata yang masih tampak membentuk pola tertentu meskipun sebagian telah terguling, retak, dan tertutup tanah. Bata-bata tersebut tersusun rapi sepanjang puluhan meter sehingga memunculkan dugaan adanya struktur bangunan yang cukup luas.

Dari hasil pengamatan visual, terdapat perbedaan ukuran pada lapisan bata. Bata di bagian bawah memiliki ukuran lebih tebal dibandingkan lapisan di atasnya yang lebih tipis. Perbedaan ini memunculkan dugaan awal bahwa struktur tersebut kemungkinan mengalami beberapa tahap pembangunan atau renovasi pada masa yang berbeda.

Namun demikian, dugaan mengenai usia maupun fungsi bangunan tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dipastikan. Penentuan periode sejarah maupun identifikasi bangunan memerlukan penelitian ilmiah oleh arkeolog melalui survei, ekskavasi, dan kajian lebih lanjut.

Lokasi penemuan berada di kawasan lereng Gunung Penanggungan atau Gunung Pawitra yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan konsentrasi peninggalan arkeologi terbesar di Jawa Timur. Kawasan tersebut menyimpan banyak situs dari masa Kerajaan Medang, Singhasari, hingga Majapahit.

Tidak jauh dari lokasi terdapat Petirtaan Belahan atau Candi Sumber Tetek di Desa Wonosunyo yang merupakan peninggalan masa Mpu Sindok pada abad ke-10. Jalur menuju Desa Wonosari juga melewati Desa Bulusari yang menjadi lokasi ditemukannya Prasasti Cunggrang bertahun 929 Masehi, salah satu bukti penting sejarah kawasan lereng Penanggungan.

Keberadaan situs-situs tersebut menjadikan kawasan Wonosari memiliki nilai historis yang tinggi. Karena itu, setiap temuan arkeologis baru dinilai perlu mendapatkan perhatian agar tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas pertanian maupun faktor alam.

Warga Berharap Ada Penelitian Resmi
Sejumlah warga berharap instansi yang membidangi pelestarian cagar budaya dapat melakukan penelitian resmi terhadap temuan tersebut. Mereka menilai kajian arkeologi diperlukan untuk memastikan nilai sejarah serta status struktur bata dan fragmen batu andesit yang ditemukan di area persawahan Dusun Jelumbang.

Apabila hasil penelitian nantinya membuktikan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari situs bersejarah, keberadaannya dinilai berpotensi mendukung pengembangan wisata sejarah dan edukasi di Desa Wonosari. Selain memperkuat pelestarian warisan budaya, langkah tersebut juga diharapkan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hingga saat ini, temuan struktur bata kuno di Dusun Jelumbang masih menunggu penelitian resmi dari pihak berwenang sehingga seluruh dugaan mengenai fungsi maupun periodisasinya masih memerlukan pembuktian ilmiah.

Editor Syafi’i/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *