Berita Warna Warni

Walikota Eri Cahyadi Usut 10 Laporan Pungli Berkedok Loker di Pemkot Surabaya, Pelaku Pasang Tarif hingga Rp50 Juta

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya (Foto: Istimewa)

 

SETAJAMPENA.com, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tengah mendalami sepuluh laporan terkait kasus pungutan liar (pungli) dengan modus penawaran lowongan pekerjaan (loker) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Penyelidikan ini mengemuka menyusul terbongkarnya kasus penipuan oleh dua oknum tenaga harian lepas (THL) berinisial ARC dari Dinas Perhubungan (Dishub) serta F dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang nekat mencatut nama pejabat pemkot.

“Bahkan lebihnya lagi, ada surat yang dikeluarkan untuk penerima pekerjaan kumpul tanggal 24 Agustus. Yang tanda tangan adalah Kepala Dinas Perhubungannya (dipalsukan),” ujar Eri, Rabu (12/8/2026).

Berdasarkan laporan terbaru yang sedang ditelusuri, para pelaku mematok tarif bervariasi bagi para korban yang ingin masuk ke instansi pemerintahan. Modus operandi tersebut mencakup setoran uang imbalan sebesar Rp50 juta untuk masuk ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Rp40 juta untuk masuk ke Dishub, hingga Rp20 juta untuk posisi di Satpol PP.

Eri menegaskan bahwa para pelaku yang dilaporkan sejauh ini seluruhnya berstatus sebagai non-Aparatur Sipil Negara (ASN). Khusus untuk oknum berinisial ARC dan F, keterlibatan mereka telah terbukti dan keduanya kedapatan mengakui serta mengembalikan dana hasil penipuan tersebut. Kasus ini sendiri mula-mula terendus setelah adanya aduan masyarakat melalui hotline pribadi Wali Kota Surabaya, di mana korban berinisial C dimintai uang sebesar Rp20 juta agar bisa lolos bekerja di Dishub Surabaya.

Melalui temuan ini, Eri mengimbau masyarakat agar segera melapor ke pemkot apabila menjadi korban penipuan serupa agar dapat diteruskan ke jalur hukum. Ia juga menekankan agar warga tidak lagi mempercayai praktik suap menyuap atau membayar uang pelicin demi bisa bekerja di lingkup Pemkot Surabaya.

“Karena itu saya berharap orang Surabaya mulai hari ini tidak ada lagi di pemerintah kota itu bekerja yang membayar,” tegas Eri. (net)

 

Redaktur: Audi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *