Berita Pendidikan & Budaya

Ruwah Desa Bulusari 2026 Hadirkan Karnaval dan Wayang Kulit

Ruwah Desa Bulusari 2026 akan digelar pada 19–20 September 2026 dengan karnaval desa, seni budaya ujungan, dan wayang kulit untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
BULUSARI menjadi pusat perhatian menjelang pelaksanaan Ruwah Desa Bulusari 2026 yang akan digelar Pemerintah Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Tradisi tahunan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097 dengan mengusung tema “Nguri-uri Budaya, Nglestarekaké Warisan Leluhur, Guyub Rukun Mbangun Desa”.

Berbagai kegiatan seni, budaya, dan hiburan rakyat telah disiapkan untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya melestarikan tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan warga.

Kepala Desa Bulusari, Hj. Siti Nurhayati, nantinya akan memimpin langsung persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut bersama perangkat desa dan panitia.

Pemerintah desa menargetkan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan mampu menjadi ruang silaturahmi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.

Rangkaian Kegiatan Budaya
Ruwah Desa Bulusari 2026 akan diawali dengan Carnival atau Karnaval Desa pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini menampilkan pawai budaya yang diikuti warga dari berbagai dusun dengan beragam kreativitas, kostum tradisional, serta atribut seni Nusantara.

Karnaval menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan karena menghadirkan semangat gotong royong sekaligus menjadi wadah ekspresi masyarakat dalam menampilkan identitas budaya daerah.

Sehari berikutnya, Minggu, 20 September 2026, masyarakat akan disuguhi Seni Budaya Ujungan, sebuah kesenian tradisional yang memiliki nilai sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat Jawa.

Pertunjukan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Desa Bulusari untuk terus menjaga keberlangsungan warisan budaya agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi penerus.
Pada malam harinya, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk.

Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga media penyampaian nilai-nilai moral, budaya, dan kebersamaan yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat pedesaan.

Melalui penyelenggaraan Ruwah Desa Bulusari 2026, pemerintah desa ingin memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendukung semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.

Tradisi ruwah desa selama ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antarmasyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi lintas usia.

Kegiatan budaya seperti karnaval, seni ujungan, dan wayang kulit diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk terus mencintai budaya daerah di tengah perkembangan zaman. Selain memberikan hiburan, rangkaian acara tersebut juga berpotensi menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang biasanya turut memanfaatkan momentum keramaian.

Pemerintah Desa Bulusari mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Ruwah Desa 2026 dengan menjaga ketertiban, kebersihan, dan semangat gotong royong. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini diharapkan tetap lestari serta menjadi kebanggaan bersama dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.
Editor Syafi’i/red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *