Berita Warna Warni

Kabupaten Sampang Memiliki Peluang Menjadi Pusat Industri Pengolahan garam

Foto : Alan Kaisan anggota DPRD Kabupaten Sampang

SETAJAMPENA.Com, Sampang.
Kabupaten Sampang dinilai memiliki peluang besar penghasil garam menjadi pusat industri pengolahan garam. Pasalnya, peluang itu terbuka seiring adanya rencana investasi industri pengolahan garam yang mulai dilirik investor.

Hal itu disampaikan oleh
Anggota DPRD Sampang, Alan Kaisan, ia mengatakan menyambut positif rencana investasi tidak boleh hanya berhenti pada pengambilan bahan baku, tetapi harus mampu menghadirkan proses pengolahan di daerah. Sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung masyarakat.

“ Kalau kita hanya memproduksi garam mentah kemudian diolah di luar, nilai tambahnya tidak ada di Sampang. Kalau ada industri pengolahan, petambak bisa langsung menjual ke industri, sementara masyarakat yang tidak punya lahan juga bisa mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran industri pengolahan akan menciptakan mata rantai ekonomi baru. Petani dan petambak garam memiliki pasar yang lebih jelas, tenaga kerja terserap, sementara perputaran ekonomi di sekitar kawasan industri ikut bergerak.

Alan juga menuturkan melihat potensi garam Sampang tidak sebatas untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Dengan teknologi yang tepat, garam dapat dikembangkan menjadi bahan baku berbagai kebutuhan industri, termasuk pangan, kecantikan hingga produk turunan bernilai ekonomi tinggi.

“ Teknologinya jangan hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga teknologi pengolahan. Garam kita harus bisa naik kelas, bukan hanya untuk kebutuhan dapur, tetapi juga bisa masuk ke industri lain,” ujarnya.

Ia menilai industrialisasi menjadi salah satu kunci penting untuk mendorong kemajuan Sampang. Daerah penghasil komoditas, kata Alan, akan mendapatkan manfaat lebih besar apabila mampu mengolah hasil produksinya sendiri sebelum dipasarkan ke luar daerah.

Karena itu, Politikus dari fraksi partai Gerindra itu berharap apabila rencana investasi tersebut terealisasi, pembangunan industri pengolahan garam dapat ditempatkan di Sampang, bukan justru berpindah ke kabupaten lain. Dengan begitu, daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga menikmati nilai tambah dari proses industri.

“ Jangan sampai garamnya dari Sampang, tetapi industrinya justru di daerah lain. Saya berharap investasi itu bisa masuk dan berdiri di Sampang,” tegas Alan saat ditemui Rabu (19/8/2026).

Untuk menarik investor, Alan mendorong Pemerintah Kabupaten Sampang membangun iklim investasi yang aman, kondusif dan responsif. Kesiapan lahan, kemudahan pelayanan, kepastian regulasi serta komunikasi antara pemerintah dan investor dinilai menjadi faktor penting.

“ Kalau ada investor datang, kita harus menyambut. Apa yang menjadi kebutuhan investor, sepanjang sesuai aturan, harus kita siapkan. Pemerintah dan DPRD harus sama-sama memberikan dukungan,” katanya.

Alan menegaskan DPRD Sampang siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membuka ruang investasi seluas-luasnya. Menurutnya, kehadiran industri pengolahan garam dapat menjadi momentum untuk mengubah wajah ekonomi Sampang sekaligus membuka harapan baru bagi petambak, pekerja dan masyarakat.

“ Ini bukan hanya soal investasi, tetapi bagaimana potensi garam Sampang memberikan nilai tambah sebesar-besarnya untuk masyarakat Kabupaten Sampang,” pintanya. (zen).

Editor : Audi/Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *