Pawai Hari Santri Bulusari 2026 bertema Santri Tempoe Doeloe diikuti 37 grup. Kegiatan ini memperkuat tradisi, kerukunan, dan semangat perjuangan santri.

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
– Pawai Hari Santri Bulusari 2026 berlangsung meriah pada Minggu (18/10/2026). Mengusung tema “Santri Tempoe Doeloe”, kegiatan yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Bulusari bersama Pemerintah Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ini melibatkan 37 grup peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Baca juga:
Hari Santri Nasional 2026, Bulusari Siapkan Kirab dan Ribuan Hadiah
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, membuka langsung kegiatan tersebut bersama Kepala Desa Bulusari, Siti Nurhayati. Pawai dimulai pukul 06.00 WIB dari depan Balai Dusun Pentongan dan berakhir di Lapangan Desa Bulusari.

Kirab ini melibatkan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), jamaah tahlil dan dibak laki-laki maupun perempuan, santri remaja masjid, serta kelompok masyarakat umum.
Kehadiran berbagai kelompok tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan warga dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Usai kirab, panitia melanjutkan kegiatan dengan penganugerahan Santri Awards 2026 untuk kategori lembaga TPQ dan Madin. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah undian dan doorprize untuk menambah semarak peringatan.
Baca Juga:
Gema Kalam Ilahi Lengkapi Khidmat Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Bulusari
Dalam sambutannya, Samsul Hidayat menegaskan bahwa Pawai Hari Santri Bulusari menjadi salah satu bentuk nyata penerapan tema peringatan HSN tahun ini, yakni “Menguatkan Akar Tradisi dan Menjaga Keutuhan Negeri”.

Menurut Samsul, tema “Santri Tempoe Doeloe” mengajak masyarakat mengenang sejarah sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi yang diwariskan para ulama dan santri terdahulu.
“Semoga apa yang kita lakukan pada pagi hari ini, meskipun di bawah terik panas matahari yang luar biasa, dapat memberikan kita gambaran dan rasa bagaimana perjuangan para ulama, para syuhada, dan para santri terdahulu dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat tentang Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat tersebut kemudian menggelorakan perjuangan yang mencapai puncaknya dalam pertempuran 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Samsul mengajak para santri dan masyarakat untuk meneruskan perjuangan melalui kegiatan positif, menjaga tradisi, serta memperkuat kerukunan di lingkungan masing-masing.

Ia menilai kebersamaan dan kekompakan masyarakat desa menjadi fondasi penting untuk menjaga keutuhan NKRI. Karena itu, ia berharap kegiatan di Bulusari dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun keharmonisan antara masyarakat dan lembaga pendidikan.
Kepala Desa Bulusari, Siti Nurhayati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang mengikuti rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Ia menilai semangat masyarakat, mulai dari bapak-bapak hingga ibu-ibu, tetap membara sepanjang kegiatan berlangsung.

Antusiasme warga juga terlihat saat peserta menunggu pengundian kupon doorprize. Panitia menyediakan sejumlah hadiah utama, antara lain satu unit sepeda listrik, tiga mesin cuci, tiga lemari es, satu smartphone Android, dan lima kipas angin berdiri, serta ribuan hadiah hiburan lainnya.
Siti Nurhayati turut menyampaikan terima kasih kepada Samsul Hidayat, Pengurus Ranting NU Bulusari, seluruh lembaga pendidikan, panitia, dan masyarakat yang mendukung kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian peringatan HSN di Bulusari telah berlangsung sejak hari sebelumnya melalui kegiatan khotmil Qur’an dan syukuran, sebelum mencapai puncaknya pada Kirap Santri.
Pihak penyelenggara juga menyampaikan bahwa hadiah doorprize berasal dari kontribusi pribadi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menyemarakkan kegiatan sekaligus mempererat hubungan ant warga.
Samsul Hidayat berharap Pengurus Ranting NU Bulusari dan Pemerintah Desa Bulusari dapat kembali menggelar kegiatan yang lebih meriah pada 2027. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan berharap setiap ikhtiar masyarakat menjadi amal kebaikan.
Pawai Hari Santri Bulusari 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan kirab dan pembagian hadiah, tetapi juga menguatkan pesan bahwa tradisi, persatuan, dan kerukunan harus terus dijaga.
Melalui semangat “Santri Tempoe Doeloe”, warga Bulusari diajak menjadikan nilai perjuangan para santri terdahulu sebagai inspirasi untuk membangun kehidupan desa yang rukun, kompak, dan saling mendukung.
Jurnalis/editor: Syafi’i
