Pasuruan, Setajampena.com
– Sabtu, 17 Oktober 2026 menjadi hari yang begitu dinanti oleh seluruh lapisan warga Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Pada pagi yang penuh berkah ini, detik-detik lantunan kalam Ilahi menggema untuk dituntaskan dalam majelis Khataman Al-Qur’an.
Bukan sekadar deretan huruf yang dibaca, setiap ayat yang dilantunkan merupakan wujud cinta yang dilangitkan, ikhtiar yang dituntaskan, serta doa-doa ikhlas dari jemari yang bersimpuh pasrah.
Satu demi satu juz telah rampung disemak dengan penuh ketelitian dan keheningan jiwa. Keberkahan khataman ini menghadirkan suasana tenang dan menyejukkan bagi siapa saja yang mendengarkannya.
Gema suci ini tidak hanya milik para penghafal dan pembaca Al-Qur’an, melainkan menjadi keberkahan bersama bagi seluruh masyarakat Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, hingga seluruh penjuru bumi prasasti Pasuruan.
Momen spiritual ini dipanjatkan sebagai doa agar senantiasa membawa keberkahan, mengangkat segala kesusahan, serta memancarkan cahaya ketentraman bagi seluruh warga.
Harapan besar dititipkan agar Al-Qur’an terus menjadi penerang jalan, penyejuk jiwa, dan penyatu langkah menuju ridha-Nya.
Semarak Pawai “Santri Tempoe Doeloe”
Khidmatnya khataman Al-Qur’an ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Atas kerja sama harmonis antara Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Desa Bulusari dan Pemerintah Desa Bulusari, perayaan HSN tahun ini mengusung tema unik, yakni “Santri Tempoe Doeloe”.
Sebagai puncak kebersamaan, panitia menggelar Pawai Kirab Hari Santri Nasional yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, dengan jadwal kegiatan sebagai berikut:
Hari, Tanggal: Ahad, 18 Oktober 2026
Waktu: Pukul 06.00 WIB s.d. selesai
Rute Kirab: Start di depan Balai Dusun Carat Kidul dan Finish di Lapangan Desa Bulusari
Pawai kirab ini dirancang meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari para santri TPQ dan Madin se-Desa Bulusari, anggota jam’iyah tahlil dan diba’ (putra dan putri), santri remaja masjid, hingga kelompok masyarakat umum.
Melalui perpaduan antara nuansa religius khataman Al-Qur’an dan kebersamaan pawai kirab, Pengurus NU serta Pemerintah Desa Bulusari berharap semangat perjuangan dan kesederhanaan santri masa lalu dapat terus dihidupkan dalam mempererat tali silaturahmi seluruh warga. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Jurnalis: Syafi’i
