SETAJAMPENA.com, Jakarta – Dugaan skandal penyadapan tak berizin yang melibatkan bekas Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso mulai membeberkan deretan nama serta kalangan yang diduga ikut dimata-matai.
Pihak Bareskrim Polri menyatakan bahwa aksi penyadapan tanpa izin tersebut bukan hanya membidik Presiden Prabowo Subianto, melainkan turut mengincar jajaran pejabat publik hingga figur dari ragam latar belakang.
Komjen Asep Safrudin selaku Kabareskrim Polri menjelaskan, modus peretasan ini dilakukan lewat pendaftaran sejumlah nomor ponsel ke sistem Lawful Interception Management System (LIMS) secara sembarangan tanpa melewati mekanisme verifikasi formal.
Lantas, siapa sajakah elemen masyarakat dan pejabat yang diduga masuk dalam daftar sasaran penyadapan tersebut?
* Presiden Prabowo Subianto
Nama Presiden Prabowo Subianto secara terang-terangan disebut dalam pembongkaran perkara ini. Kabareskrim Komjen Asep Safrudin menegaskan bahwa nomor ponsel milik Kepala Negara diduga kuat turut dijadikan objek penyadapan tanpa hak.
“Terhadap para tersangka tersebut diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural atau illegal tapping terhadap nomor telepon Presiden Republik Indonesia, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, kemudian media, tokoh ormas, LSM dan para pengusaha,” ujar Asep saat menggelar jumpa pers di Bareskrim Polri, Selasa (3/11/2026).
* Sejumlah Menteri
Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra ikut membeberkan indikasi bahwa beberapa menteri kabinet turut menjadi korbannya.
Meski begitu, Yusril masih enggan merinci siapa saja deretan menteri yang dimaksud.
“Wallahualam ya yang baru saya dengar adalah bapak presiden, dan sejumlah menteri, dan sejumlah politisi. Jadi saya belum tahu apakah pak wakil presiden juga ikut disadap atau tidak,” tutur Yusril di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Keterangan itu semakin mempertegas bahwasanya jangkauan target penyadapan ini meluas hingga ke lingkar eksekutif pendamping Presiden Prabowo.
* Sejumlah Tokoh Politik
Bukan cuma jajaran menteri, sejumlah politisi kawakan juga disinyalir ikut menjadi sasaran intelijen ilegal tersebut. Keterangan ini disampaikan Yusril berpatokan pada laporan yang ia terima, meski ia belum bersedia mengungkap nama maupun jumlah pasti politikus yang terdampak.
Pihak Bareskrim Polri pun mengonfirmasi bahwa para aktor politik memang masuk dalam jajaran kelompok target yang saat ini tengah diusut.
* Pejabat Negara
Jajaran pejabat publik turut ditempatkan Kabareskrim Polri sebagai salah satu klaster yang nomor kontaknya disusupi secara ilegal. Kendati demikian, pihak kepolisian belum memerinci instansi maupun identitas pejabat yang bersangkutan.
Alhasil, belum bisa dipastikan apakah para pejabat ini berasal murni dari instansi pemerintah pusat atau juga melibatkan lembaga negara lainnya.
* Pekerja Media / Wartawan
Insan pers atau kalangan media massa tidak luput dari daftar pihak yang menurut Kabareskrim turut dijadikan target penyadapan.
Walau begitu, kepolisian belum memaparkan secara terbuka mengenai nama perusahaan pers, jurnalis yang bersangkutan, maupun jumlah kontak media yang diretas.
* Tokoh Organisasi Masyarakat dan LSM
Kabareskrim Komjen Asep Safrudin juga menyertakan para pemimpin organisasi kemasyarakatan (ormas) serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam daftar pihak yang disasar.
Namun hingga saat ini, belum ada rincian pasti mengenai identitas tokoh maupun lembaga mana yang terdampak.
* Pengusaha
Kalangan pebisnis turut terseret dalam pengungkapan skandal ini. Bareskrim Polri belum membeberkan secara detail siapa saja pengusaha yang diduga menjadi target mata-mata tersebut.
Sampai sekarang belum dapat dipastikan apakah aksi penyadapan terhadap para pelaku usaha ini berlatar belakang urusan bisnis semata atau berkaitan dengan perihal lain. net
Editor: Audi/red
