Pasuruan,SETAJAMPENA.COM
Survei Magang Mahasiswa menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dengan Pemerintah Desa Randupitu dalam pengembangan pengelolaan lingkungan berbasis inovasi. Kegiatan survei tersebut berlangsung di TPS PEMPES Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/7/2026), sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program Magang Mahasiswa ITS.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Randupitu Mochammad Fuad, jajaran Pemerintah Desa Randupitu, Suprapto dari Departemen Kimia Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS Surabaya, Ketua PEMPES Community, serta mahasiswa ITS yang akan mengikuti program magang. Kehadiran seluruh pihak menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sinergi antara dunia akademik, pemerintah desa, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah terpadu.

Hasil survei awal tersebut akan menjadi dasar penyusunan program magang mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi peluang inovasi yang dapat diterapkan, mulai dari peningkatan efisiensi pengolahan sampah hingga pengembangan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan ITS Surabaya yang memilih TPS PEMPES sebagai salah satu lokasi survei sekaligus rencana pelaksanaan program magang mahasiswa. Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah desa memiliki nilai strategis dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan.
Ia menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Sementara itu, tim Departemen Kimia Fakultas Sains dan Analitika Data ITS Surabaya berharap program magang dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga didorong menghasilkan gagasan dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan sampah di Desa Randupitu.
Sinergi antara Pemerintah Desa Randupitu, PEMPES Community, dan ITS Surabaya diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung pengelolaan sampah secara lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Program magang tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui penerapan teknologi dan penguatan tata kelola lingkungan.
Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat mempercepat lahirnya solusi atas persoalan lingkungan di tingkat lokal. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, TPS PEMPES Randupitu diharapkan berkembang sebagai pusat pengelolaan sampah yang inovatif sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.(Syafi’i).
