Berita Hukum & Kriminal

Dugaan Limbah, Kebisingan Pabrik Aluminium Dikeluhkan Warga Winong

Dugaan limbah dan kebisingan pabrik aluminium dikeluhkan warga Dusun Kemranggen, Desa Winong, Gempol, Pasuruan. Warga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan.

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM — Dugaan limbah dan kebisingan aktivitas pabrik aluminium dikeluhkan warga Dusun Kemranggen, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Warga RT 04 dan RT 06 menyebut suara bising serta getaran dari aktivitas industri terasa cukup kuat, terutama pada malam hari ketika masyarakat beristirahat.

Tokoh agama Dusun Kemranggen, Fadhloli, mengatakan suara dari aktivitas pabrik membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan waktu istirahat yang nyaman.
“Kita warga Dusun Kemranggen tiap malam tidak bisa istirahat nyenyak akibat suara bising dari aktivitas pabrik aluminium,” ujar Fadhloli kepada awak media Setajampena.com, Jumat (25/9/2026).

Warga Minta Kebisingan Diukur
Menurut warga, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan suara, tetapi juga getaran yang mereka rasakan di sekitar permukiman. Karena itu, warga berharap pemerintah melakukan pemeriksaan secara objektif untuk mengetahui tingkat kebisingan dan sumber getaran.

Petugas dapat melakukan pengukuran pada waktu yang sesuai dengan keluhan warga, termasuk malam hari. Pemeriksaan tersebut dapat memberikan data mengenai tingkat suara sekaligus membantu menentukan sumber kebisingan dan getaran.

Selain kebisingan, warga juga meminta pemerintah menelusuri dugaan saluran yang disebut berasal dari kawasan industri menuju aliran sungai di sekitar permukiman.

Warga berinisial R sebelumnya menyampaikan kepada awak media mengenai dugaan adanya saluran dari kawasan industri yang mengarah ke badan sungai. Warga menyebut perubahan kondisi aliran air menjadi salah satu alasan munculnya kekhawatiran terhadap kemungkinan pembuangan limbah cair.

R mengatakan warga menduga aktivitas pembuangan berlangsung pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 00.00 WIB sampai 02.00 WIB. Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan warga dan belum membuktikan adanya pelanggaran atau pencemaran.

Seorang warga juga menunjukkan lokasi yang disebut sebagai saluran keluarnya aliran dari kawasan salah satu perusahaan industri aluminium di Desa Winong. Warga menduga saluran tersebut terhubung dengan jaringan sungai yang mengalir hingga wilayah sekitar tiga kilometer.

Kondisi air secara visual belum cukup untuk menentukan kandungan maupun tingkat pencemaran. Pemerintah daerah bersama instansi berwenang perlu mengambil sampel pada beberapa titik apabila melakukan pemeriksaan lapangan.

Pengujian laboratorium dapat membantu mengetahui parameter kualitas air dan membandingkannya dengan ketentuan lingkungan yang berlaku. Petugas juga dapat menelusuri jalur saluran, titik masuk aliran, serta aktivitas industri yang berlangsung di sekitar lokasi.

Pemeriksaan terhadap sumber kebisingan juga penting agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai keluhan masyarakat. Data pengukuran dapat menjadi dasar untuk menilai kondisi lingkungan secara objektif.

Perusahaan Perlu Beri Klarifikasi
Perusahaan yang disebut dalam informasi warga juga perlu memperoleh ruang untuk memberikan klarifikasi. Penjelasan tersebut dapat mencakup sistem pengelolaan air limbah, jalur pembuangan, aktivitas operasional, pengendalian kebisingan, serta dokumen persetujuan lingkungan yang dimiliki.

Dugaan pencemaran maupun gangguan kebisingan tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan keluhan atau pengamatan visual. Pemeriksaan lapangan, dokumen perusahaan, pengukuran kebisingan dan getaran, serta hasil uji laboratorium diperlukan untuk memperoleh kepastian.

Hingga pemeriksaan resmi dilakukan, informasi mengenai dugaan limbah, sumber aliran sungai, dan kebisingan pabrik masih berstatus dugaan. Verifikasi dari instansi berwenang penting untuk memberikan kepastian sekaligus menjaga hak masyarakat dan pihak perusahaan.

Bagi warga Dusun Kemranggen, kepastian tersebut penting karena persoalan lingkungan berkaitan langsung dengan kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan menyeluruh diharapkan dapat menjawab keluhan mengenai kualitas sungai, dugaan saluran industri, serta tingkat kebisingan yang dirasakan warga.

Wartawan: Dedy
Editor: Syafi’i/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *