Berita Ekonomi dan Bisnis

IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,87%, Tertekan Sentimen Domestik dan Global

SETAJAMPENA.com, Sidoarjo – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjerembap ke zona merah pada perdagangan sesi I, Selasa (11/8/2026). Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia yang dikutip via CNBC Indonesia, IHSG ditutup melemah 55,50 poin atau terkoreksi 0,87% ke level 6.309,87.

Pada awal perdagangan sesi I, indeks sempat berada di bawah tekanan berat hingga merosot 1,15%. Sepanjang sesi perdagangan pagi hingga siang hari, IHSG bergerak di rentang level terendah 6.291,19 dan level tertinggi 6.388,58.

Mayoritas Sektor Saham Memerah
Tekanan pasar terlihat jelas dari mayoritas saham yang mengalami pelemahan. Tercatat sebanyak 488 saham parkir di zona merah, hanya 169 saham yang mampu menguat, dan 306 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan membukukan total volume mencapai 20,04 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,83 triliun dari 1,21 juta kali frekuensi transaksi.

Seluruh sektor saham kompak mengalami koreksi. Sektor utilitas memimpin pelemahan dengan penurunan 1,38%, disusul sektor finansial yang terkoreksi 1,14%. Tekanan lanjutan juga dialami sektor teknologi yang turun 1,03%, properti melemah 1%, serta konsumer non-primer yang menyusut 0,98%.

Saham Penekan dan Penopang IHSG

Jajaran saham berkapitalisasi besar (blue chip) menjadi penekan utama laju IHSG pada sesi pertama ini. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di level Rp6.250 per saham setelah turun 0,20%, yang memberikan kontribusi pelemahan terbesar terhadap IHSG hingga 12,47 poin.

Selain BBCA, beberapa saham lain yang turut menekan indeks antara lain:

* PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menekan -3,13 poin

* PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menekan -2,91 poin

* PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menekan -2,77 poin

* PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menekan -2,61 poin

Di tengah koreksi pasar tersebut, sejumlah emiten masih mampu memberikan perlawanan dan menyumbang kontribusi positif bagi IHSG. PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi penopang terbesar dengan andil sekitar 0,96 poin, diikuti oleh PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar 0,93 poin, serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sebesar 0,86 poin.

Sentimen Global dan Ketegangan Geopolitik

Pelemahan IHSG hari ini turut dibayangi oleh sentimen eksternal dari dinamika geopolitik global. Presiden AS Donald Trump pada Senin (10/8/2026) merespons tuntutan Iran terkait kesepakatan damai dengan mengajukan syarat baru agar Teheran membayarkan kompensasi atas korban tewas akibat perang, serangan, dan aksi demonstrasi dalam 50 tahun terakhir, termasuk bagi warga sipil serta pasukan AS.

Tuntutan baru tersebut dinilai semakin mempersulit upaya pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Sebelumnya, pihak Iran menuntut adanya pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi, serta penghentian ancaman militer dari AS.

Situasi ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia sekitar 5% pada perdagangan Senin kemarin akibat keraguan pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai AS-Iran. Tercatat harga minyak WTI ditutup di level US82,13 per barel, sementara minyak jenis Brent berada di posisi US87,72 per barel. net

Redaktur: Audi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *