Menakar Makna Keterbukaan Informasi di Balik Program PIRAMIDA Polres Pasuruan
PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
— Di balik harum aroma kopi yang menyeruak di Ruang Balai Warta Polres Pasuruan, Rabu (21/10/2026), tersirat sebuah pesan penting: sinergitas antara korps baju cokelat dan awak media tak boleh sekadar slogan di atas kertas.
Melalui forum bertajuk PIRAMIDA (Ngopi Bersama Awak Media), Polres Pasuruan mencoba mencairkan kekakuan birokrasi, meruntuhkan sekat formalitas, dan membangun jembatan komunikasi yang lebih humanis serta transparan dengan para jurnalis.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menegaskan bahwa media massa bukan sekadar mitra peliputan, melainkan pilar vital dalam merawat keterbukaan informasi publik dan menjaga kondusivitas wilayah.
“Melalui kegiatan ngopi bersama ini, kami ingin terus menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan dengan rekan-rekan media. Kami menyadari media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga komunikasi dan koordinasi yang baik perlu terus dijaga,” ujar Iptu Joko Suseno di sela-sela kegiatan.
Langkah ini dipandang penting untuk memastikan informasi yang sampai ke telinga masyarakat tidak merajut prasangka, melainkan berdiri tegak di atas fondasi keakuratan, keberimbangan, dan akuntabilitas.
Dari sudut pandang insan pers, ikhtiar Polres Pasuruan ini mendapat respons positif. Ruang diskusi informal semacam ini dinilai mampu mengikis potensi sumbatan informasi yang sering kali menjadi ganjalan dalam kerja-kerja jurnalistik di lapangan.
“Ini sarana silaturahmi sekaligus komunikasi langsung yang sangat baik. Harapannya, keterbukaan ini terus terjaga sehingga sinergi dalam menyampaikan edukasi dan fakta objektif kepada publik semakin kuat,” ungkap salah satu wartawan yang hadir.
Langkah Polres Pasuruan menggelar PIRAMIDA menegaskan satu hal: kemitraan sejati antara kepolisian dan pers tak hanya diuji saat ada peristiwa besar, melainkan dibangun melalui dialog yang berkesinambungan—segelas kopi, sejuta transparansi.(hum/Syafi’i)
