Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Pondok Pesantren Darussalam 2 Watukosek Gempol menghadirkan Gus Shobih dengan tausiyah keagamaan dan isu pembangunan daerah.
PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
— Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Putra-Putri Darussalam 2, Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, berlangsung khidmat, Selasa (15/9/2026). Wakil Bupati Pasuruan H.M. Shobih Asrori atau Gus Shobih hadir sebagai pengisi tausiyah dalam kegiatan yang diikuti para santri dan jam’iyah pesantren.
Rangkaian kegiatan diawali penampilan banjari para santri. Lantunan banjari dan selawat menciptakan suasana religius sekaligus menjadi pembuka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Setelah itu, seluruh peserta mengikuti pembacaan sholawat Nabi dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan kemudian berlanjut dengan tausiyah Gus Shobih yang mengangkat kisah kelahiran, keagungan Rasulullah SAW, serta berbagai hikmah keimanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan umat.
Dalam tausiyahnya, Gus Shobih menyampaikan sejumlah kisah mengenai keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan tentang konsep Nur Muhammad dan menekankan keagungan Rasulullah sebagai sosok yang menjadi teladan bagi umat Islam.
Gus Shobih juga mengisahkan berbagai makhluk yang dalam riwayat disebut telah diciptakan sebelum Nabi Adam AS. Materi tersebut menjadi bagian dari kajian keagamaan yang disampaikan untuk mengajak para santri memperkuat keimanan terhadap kebesaran Allah SWT.
Selain itu, Gus Shobih menyampaikan kisah Nabi Nuh AS dan bahtera yang menjadi sarana keselamatan bagi orang-orang yang beriman. Ia mengingatkan bahwa kisah tersebut mengandung pesan tentang pentingnya keimanan, ketaatan, serta mengikuti peringatan yang disampaikan para nabi.
Dalam ceramahnya, Gus Shobih juga mengangkat kisah mengenai temuan struktur kayu kuno di wilayah pegunungan Turki yang dikaitkan dengan bahtera Nabi Nuh AS. Ia menyampaikan narasi tentang kemiripan karakteristik kayu tersebut dengan kayu jati dari Bojonegoro.
Pada bagian lain tausiyah, Gus Shobih turut menyampaikan kondisi fiskal Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, pemerintah daerah menghadapi tantangan setelah adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp600 miliar.
Ia juga menyebut dana bagi hasil cukai hasil tembakau mengalami penurunan dari sekitar Rp450 miliar menjadi sekitar Rp200 miliar. Kondisi tersebut, kata dia, berdampak terhadap ruang fiskal pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Gus Shobih menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk mempertahankan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan kepesertaan BPJS serta pelayanan rumah sakit.
Gus Shobih menjelaskan, besarnya kebutuhan anggaran untuk pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang disebut mendekati Rp250 miliar, turut memengaruhi ruang fiskal daerah.
Karena itu, pemerintah daerah didorong mencari sumber pendapatan mandiri sekaligus mengoptimalkan potensi yang tersedia.
Gus Shobih juga menyinggung kebijakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL) atau CSR. Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah memiliki regulasi yang mengatur tanggung jawab sosial perusahaan agar pelaksanaan program perusahaan dapat lebih terarah dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi tersebut dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk penataan dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam 2 Watukosek, Muhammad Zenal Aqwam Illah atau Kyai Atok, menyampaikan profil dan perkembangan pesantren yang berdiri sejak 2011.
Pesantren tersebut didirikan Muhammad Zenal Aqwam Illah yang merupakan cucu pendiri Pondok Pesantren Darussalam 1 Kedung Cangkring, Jabon, Sidoarjo, Kiai Haji Hayo.
Saat ini, Darussalam 2 menaungi sekitar 200 santri putra dan putri. Sebagian santri mengikuti program tahfidz Al-Qur’an, sementara lainnya mengikuti pendidikan umum dan keagamaan.
Jenjang pendidikan yang tersedia meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Sebagian santri juga melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di luar pesantren.
Kyai Atok menjelaskan, aktivitas santri berlangsung terjadwal sejak dini hari. Para santri menjalankan salat tahajud sebelum Subuh, kemudian salat Subuh berjamaah dan mengikuti tadarus atau pengajian Al-Qur’an.
Pada pagi hingga siang hari, santri mengikuti pendidikan formal. Setelah istirahat, kegiatan kembali berlanjut selepas Ashar dengan salat berjamaah dan pengajian kitab kuning.
Selepas Maghrib, para santri mengikuti kegiatan keagamaan hingga malam. Setelah salat Isya, mereka melanjutkan takror atau musyawarah sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pendalaman ilmu.
Kyai Atok berharap pesantren dapat terus membangun sinergi antara ulama dan umara. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk membimbing masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan moral dan akhlak generasi muda.
Peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan doa bersama. Para peserta memanjatkan doa untuk memohon keberkahan, keselamatan, kedamaian, dan kebaikan bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pendidikan keagamaan, pembinaan akhlak, dan sinergi antara pesantren dengan pemerintah dalam membangun masyarakat.
Editor: Syafi’i/red
